Tulungagung

Mirip Kota Malang, Calon Bupati Tulungagung Petahana Jadi Tersangka KPK, Ada yang Janggal?

Heru mengakui penetapan Syahri menjadi tersangka memberi imbas elektabilitasnya.Namun Heru juga meyakini dampaknya tidak terlalu signifikan.

Mirip Kota Malang, Calon Bupati Tulungagung Petahana Jadi Tersangka KPK, Ada yang Janggal?
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Bendahara tim pemenangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo, Heru Santoso. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG -Calon bupati Tulungagung nomor urut dua, Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski demikian tim pemenangan Calon Bupati Petahana, Syahri yang berpasangan dengan Maryoto Birowo tidak lantas patah arah.

Menurut Bendahara Tim Pemenangan Sahto (Syahri-Maryoto), Heru Santoso, pihaknya tetap melaksanakan upaya-upaya pemenangan.

"Dari sisi kepartaian kami tetap solid. Kami ditugaskan partai untuk memenangkan Sahto," terang Heru yang juga menjabat Bendahara DPC PDIP Tulungagung ini.

Heru menambahkan, pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dengan mengedepankan praduga tak bersalah.

Menurutnya, sejak 30 April 2018 Syahri sudah tidak menjabat sebagai bupati.

Statusnya sudah mantan Bupati Tulungagung.

Karena itu, Heru menilai janggal jika Syahri melakukan intervensi pemerintahan, apalagi sampai mengatur proyek fisik.

"Pak Sayhri sudah menjadi orang biasa, bukan sebagai bupati," tambah Heru.

Karena itu tim pemenangan Sahto akan membantu menyiapkan penguatan data agar masalah ini menjadi terang.

Heru mengakui penetapan Syahri menjadi tersangka memberi imbas elektabilitasnya.

Namun Heru juga meyakini dampaknya tidak terlalu signifikan.

Saat ditanya keberadaan Syahri, Heru mengaku tidak tahu.

"Penetapan tersangka pasti berpengaruh pada psikologi beliau. Kami menghormati privasi pak Syahri," ujarnya.

Heru mengaku terakhir bertemu Syahri pada hari Rabu (6/6/2018) sore, karena ada acara selamatan di rumahnya.

Setelah itu nomor telepon genggam Syahri mati dan Heru tidak bisa menghubunginya lagi.

Penulis: David Yohanes
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help