Home »

Batu

Pilgub Jatim

KPU Kota Batu Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Jelang Pilgub Jatim 2018

Untuk mengantisipasi kendala pada Pilgub Jatim 2018, KPU Kota Batu mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

KPU Kota Batu Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Jelang Pilgub Jatim 2018
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Pemberian stempel untuk pemilih tuna daksa (tidak memiliki tangan) di kening pemilih saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018 di KPU Kota Batu, Sabtu (9/6/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Untuk mengantisipasi kendala pada Pilgub Jatim 2018, KPU Kota Batu mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

Dalam simulasi itu terjadi beberapa permasalahan terburuk yang kemungkinan terjadi.

Ketua KPU Kota Batu, Rochani menyebutkan, kendala itu seperti saksi tidak membawa surat mandat, kotak suara tidak bisa dibuka, banyak pemilih yang tidak membawa surat keterangan, E-KTP, hingga formulir.

Rochani mengatakan kalau simulasi ini guna untuk memantapkan persiapan sebelum hari H pencoblosan.

"Dalam simulasi ini, kami mengantisipasi hal terburuk. Agar saat hari H kami siap, jika kemungkinan terburuk akan terjadi.

"Kami siap dengan semua prediksi terburuk, makanya sengaja kami simulasikan hal hal terburuk yang akan terjadi," kata Rochani saat dikonfirmasi, Minggu (10/6/2018).

Simulasi yang diadakan pada Sabtu (9/6/2018) ini, ada 25 peran, pengawas TPS, saksi, pemantau, pemilih, ada yang disabilitas. Ia menambahkan bagaimana penanganan kepada pemilih tuna daksa yang tidak punya tangan, tuna Netra, dan lainnya.

"Tujuannya simulasi ini untuk memberikan kenyamanan dan pemahaman kepada pemilih suara terkait tata cara. Kami harap juga ada masukan dari berbagai stake holder solusi yang harus dilakukan saat terjadi hal hal terburuk," imbuhnya.

Dalam simulasi itu pun memperlihatkan bagaimana cara melayani pemilih yang berkebutuhan khusus. Semisal untuk tuna daksa tak memiliki tangan kiri dan kanan yang dilayani oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Saat pemilih tuna daksa tidak didampingi sanak saudara, maka KPPS lah yang mendampingi. Karena ada aturan baru setiap pemilih harus menuliskan nama dan tandatangan, bagi pemilih tuna daksa bisa diberi keterangan sesuai dengan kondisinya.

Begitu pun saat mencelupkan tangan, sesuai persetujuan dari pemilih mau ditaruh di mana karena tidak memiliki tangan.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help