Malang Raya

Alat Penangkap Ngengat Buatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Diminati Petani Probolinggo

Alat penangkap ngengat buatan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) diminati petani bawang merah.

Alat Penangkap Ngengat Buatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Diminati Petani Probolinggo
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Robby Wijaya, mahasiswa UM dengan alat Portable Moth Attractor Technology (PMOAT) yang dijual ke petani bawang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Alat penangkap ngengat buatan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) diminati petani bawang merah.

Alat ini adalah kategori kewirausahaan di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kemenristekdikti.

“Saat ini sudah laku 12 unit. Kami akan ke petani bawang merah Kabupaten Probolinggo usai Lebaran,” jelas Robby Wijaya dari tim P MOAT atau Portable Moth Attractor Tecnology kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (12/6/2018).

( Baca juga : Baru Setahun Dihukum, Dimas Kanjeng Taat Pribadi Muncul Bawa Segepok Uang & Bilang Tak Pernah Miskin )

Petani bawang merah terbesar kedua di Jatim ada di Probolinggo.

Timnya juga sudah mengirim proposal ke Bank Indonesia (BI) Malang.

Berdasar informasi yang diterimanya, petani bawang merah adalah binaan BI.

( Baca juga : Muhaimin Iskandar: Mungkin Amien Rais Lebih Kuat daripada Prabowo )

“Siapa tahu bisa membantu petani. Sebab satu hektare lahan perlu 30 alat PMOAT,” tambahnya.

Jika per set alat seharga Rp 200.000, maka perlu dana sekitar Rp 6 juta.

Petani bawang dari daerah lain masih menjajaki alat ini, seperti Demak, Nganjuk, dan sebagainya.

( Baca juga : Prediksi Puncak Arus Mudik Terminal Bungurasih di Hari Selasa, Warga Perlu Bersiap )

Tim mahasiswa sudah menyiapkan 50 unit.

“Mereka masih tanya-tanya soal spek alatnya,” ujar Robby.

Alat ini cukup dipasang di lahan bawang.

Bagian lampu dilumuri lem khusus dari minyak atsiri.

“Lampu berguna untuk menarik ngengat. Bagian penutup lampu cukup diberi plastik wrap dan lemnya dilumuri di plastik itu,” imbuhnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help