Home »

Batu

6 Hal yang terjadi Sebelum Cherly Aurelia Jatuh di Gunung Banyak, Strap Paralayang Lepas, Lalu . . .

6 Fakta Sebelum Cherly Aurelia Teriak Allahu Akbar, Mulai dari Kondisi Angin, Sampai Strap Paralayang yang Lepas

6 Hal yang terjadi Sebelum Cherly Aurelia Jatuh di Gunung Banyak, Strap Paralayang Lepas, Lalu . . .
IST
Cherly Aurelia, atlet paralayang yang meninggal dunia di Kota Batu. 

Beban itu diketahui dari tubuh Cherly yang terlihat melorot. Melorotnya tubuh Cherly akibat dari tidak terpasangnya tali pengikat (strap) di dada dan kaki remaja itu.

Di paralayang, tali pengikat ini harus terikat di tiga tempat yakni dada, kaki dan tangan. Ketika itu, hanya di bagian tangan saja yang terpasang.

"Stap di bagian dada dan kaki tidak terpasang. Ini yang sedang kami investigasi lebih jauh. Apakah strap ini tidak terpasang saat sebelum take off, atau terlepas saat sudah terbang?" tegas Arif.

Arif menegaskan, petugas gabungan sedang menginvestigasi terlepasnya tali pengikat ini. Jika tali pengikat tidak terpasang sebelum take off, maka disebut sebagai kesalahan manusia atau human error.

Sedangkan strap terlepas saat di udara itu disebut kesalahan peralatan, yang bisa disebut sebagai produk gagal. Jika kasus kedua terjadi, maka penerbang akan melaporkannya dan produk itu bisa ditarik dari pasaran.

Sebuah tali pengikat paralayang bisa terlepas di udara jika, tombol tertekan sebanyak dua kali secara bersamaan.

Akibat tubuh Cherly melorot, dia terjatuh dari ketinggian 100 meter. Tubuhnya terjatuh di kawasan hutan pinus di Songgoriti, Kota Batu.

Dari informasi yang dihimpun Surya, Cherly mengalami pendarahan di kepala. Tubuhnya ditemukan oleh beberapa warga yang sedang berladang di kawasan itu.

5. Teriakan Terakhir Cherly

Warga mengevakuasi tubuh Cherly dari lokasi jatuhnya ke tepi jalan. Ada yang menyebut, Cherly sudah meninggal dunia ketika tubuhnya ditemukan warga.

Warga yang mendengar jatuhnya paralayang itu sempat mendengar teriakan 'Allahu Akbar' dari Cherly.

Nyawa Cherly tidak tertolong saat petugas kesehatan bersama ambulans tiba di tepi jalan tempat dievakuasinya tubuh Cherly.

Jenazah Cherly kemudian dibawa ke Kamar Mayat RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Sekitar pukul 15.45 Wib, jenazahnya dipulangkan ke rumah duka di Jatigedong, Jombang.

6. Percakapan Aneh Sebelum ke Gunung Banyak

Penelusuran SURYA Malang di rumah Cherly, sesaat sebelum peristiwa ini Cherly sempat mengajak tetangganya, Hesti, untuk ikut bergabung menjadi Karang Taruna.

Tingkah lakunya tidak biasanya seperti itu yang sedikit ngotot saat mengajak teman sebayanya itu.

Cherly bahkan sempat berkata jika setelah ini dia sudah tidak lagi di sini. Dia bahkan telah menyerahkan buku bendahara catatan pengolahan keuangan Karang Taruna yang dibawanya.

"Mene aku wis gak ndek umah mbak (Besok aku sudah tidak di rumah, kak)," kata wanita berhijab, tetangga korban yang menolak menyebutkan namanya itu.

Ernita Aulia (18), teman korban, mengatakan, Cerly cenderung tidak memilih-milih teman dan mudah akrab dengan orang di sekitarnya.

"Cherly anak yang ceria, mudah berteman dengan siapa saja," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Kejadian yang menimpa Cerly hingga membuatnya meninggal secara mendadak itu membuat teman-temannya begitu kehilangan.

Tambahlagi, saat liburan kelulusan sekolah mereka pergi ke Banyuwangi.

"Saya tahu dari berita dan status WhatsApp teman-teman, Cerly meninggal saat latihan paralayang," ungkapnya (Sri Wahyunik/M Rommadoni/Surya Malang)

Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help