Lebaran 2018

Banyak Terjadi Kecelakaan di Jalan Tol, Ini Sebaiknya yang Dilakukan Pemudik

Kalau pun kembangnya masih kelihatan bagus tapi kalau umur bannya sudah empat lima tahun kan getas. Maka harus dicek.

Banyak Terjadi Kecelakaan di Jalan Tol, Ini Sebaiknya yang Dilakukan Pemudik
rahadian bagus priambodo
Kecelakaan tunggal di ruas Ngawi-Kertosono, akibat ban meletus di KM 600, Selasa (12/6/2018) siang. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Pemudik diminta lebih berhati-hati saat melintas ruas tol Ngawi-Kertosono. Seperti diketahui, selama beberapa hari terakhir terjadi kecelakaan tunggal secara berturut-turut.

Diduga kecelakaan disebabkan kelalaian hingga kondisi fisik dan kendaraan pemudik yang tidak prima.

"Kami mengimbau pemudik, selain fisik juga harus memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan," kata Direktur PT Jasamarga Ngawi Kertosono-Kediri, Iwan Moedyarno, Rabu (13/6/2018).

Imbauaan ini disampaikan menyusul banyaknya kasus kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas jalan tol Ngawi-Kertosono. Di antaranya pecah ban yang mengakibatkan mobil kehilangan kendali.

Iwan mengingatkan bagi pemudik agar memperhatikan kondisi mesin, dan ban yang menjadi aspek penting penunjang keselamatan mudik. Selain ban, kondisi rem dan sistem kemudi juga harus diperhatikan.

Ia menuturkan, ada beberapa ban yang tidak layak dipakai meski kembang atau corak ban masih ada. Sebab, karet ban yang berusia empat hingga lima tahun akan getas sehingga rawan pecah ketika dipakai dalam kecepatan tinggi.

"Jangan nekat menggunakan ban yang gundul. Selain itu ban itu kan ada umurnya yang sudah tertera. Kalau pun kembangnya masih kelihatan bagus tapi kalau umur bannya sudah empat lima tahun kan getas. Maka harus dicek," ungkap Iwan.

Iwan mengatakan, ban vulkanisir bila dipasang di mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi hingga 120 kilometer per jam, akan panas dan berpotensi meledak. Akibat ban meledak, pengemudi akan kehilangan kendali dan menyebabkan kecelakaan.

Selain itu, sebaiknya pemudik tidak memaksakan kendaraan jenis city car untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Sebab, city car bukan di desain untuk perjalanan jarak jauh.

Iwan menambahkan, bagi pengemudi diimbau untuk beristirahat setelah empat jam mengemudi di rest area terdekat.

"Maksimal empat jam mengemudi, sopir harus istirahat dulu. Minimal istirahat 15 menit kemudian baru jalan lagi," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help