Home »

Batu

Malang Raya

Belum Ada Kesimpulan Perihal Jatuhnya Cherly Aurelia saat Paralayang di Gunung Banyak Kota Batu

FASI Jawa Timur belum mengambil kesimpulan penyebab terjatuhnya Cherly Aurelia penerbang paralayang asal Jombang di Gunung Banyak

Belum Ada Kesimpulan Perihal Jatuhnya Cherly Aurelia saat Paralayang di Gunung Banyak Kota Batu
IST
Cherly Aurelia, atlet paralayang yang meninggal dunia di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur belum mengambil kesimpulan penyebab terjatuhnya Cherly Aurelia (18) penerbang paralayang asal Jombang di Gunung Banyak Kota Batu, Selasa (12/6/2018) kemarin.

Menurut Ketua Paralayang Jatim Arif Eko Wahyudi, pihaknya membutuhkan setidaknya dua kali pertemuan lagi bersama sejumlah pihak untuk menganalisa sebelum mengambil kesimpulan.

"Besok kami ada pertemuan lagi. Ya dua kali pertemuan lagi lah semoga sudah ada kesimpulan penyebabnya apa. Kami memerlukan itu untuk mengambil langkah-langkah antisipasi supaya tidak terulang kembali," ujar Arif yang dihubungi SURYAMALANG.COM, Rabu (13/6/2018).

Pasca konferensi pers atas peristiwa jatuhnya Cherly kemarin, pengurus FASI (di dalamnya termasuk Paralayang) dan pegiat paralayang di Malang mengantar jenazah ke rumah duka di Desa Jatigedong Kecamatan Ploso, Jombang. Kepada keluarga, kata Arif, pihaknya menjelaskan kronologi jatuhnya remaja alumni SMAN Ploso itu.

"Kami juga sampaikan kemungkinan penyebab yang itu masih kami investigasi lagi. Kami juga sampaikan kepada keluarga jika sudah tidak ada lagi 'kemungkinan' artinya penyebab jatuhnya sudah pasti diketahui, kami akan sampaikan juga kepada keluarga," tegas Arif.

Kemungkinan penyebab itu masih terpusat pada dua hal yakni human error dan mechanical error.

Jika terjadi kesalahan pada manusia atau penerbang, lanjut Arif, pihaknya akan menentukan aturan dan kebijakan tegas supaya tidak ada keteledoran. Meskipun, lanjutnya, semua penerbang berlisensi harus bertanggungjawab dan memastikan semua peralatan siap tanpa cela dan keteledoran.

"Sudah ada standartnya. Dan semua penerbang berlisensi paham itu," tegasnya.

Jika terjadi kesalahan pada peralatan, maka FASI masih harus mengkajinya lagi. Hal yang dilakukan antara lain menganalisa kembali video yang merekam proses penerbangan Cherly hingga terjatuh.

Memeriksa peralatan yang digunakan Cherly, dan berkomunikasi dengan pabrik pembuat peralatan itu.

Arif menegaskan peralatan yang dipakai Cherly, baik parasut maupun harnes semuanya bersertifikat. Parasutnya merupakan model terbaru. Harnes yang dipakai juga model baru. Arif yang mengantongi lisensi terbang PL (pilot) 2 juga memakai harnes yang dipakai Cherly.

"Semuanya bersertifikat dan model baru. Tetapi tetap harus kami cek dan analisa," pungkas Arif.

Diberitakan sebelumnya, penerbang remaja asal Jombang Cherly Aurelia (18) terjatuh saat terbang di Gunung Banyak Kota Batu, Selasa (12/6/2018). Dia melorot dari ketinggian udara 100 meter.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help