Pilgub Jatim

Juru Bicara Khofifah-Emil: Jangan Jatuhkan Wibawa Presiden Jokowi

Satu-satunya kepentingan Presiden Jokowi dalam Pilkada serentak ini tidak lain adalah proses pilkada berjalan aman dan lancar.

Juru Bicara Khofifah-Emil: Jangan Jatuhkan Wibawa Presiden Jokowi
SURYAMALANG.COM
Pasangan Khofidah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak disokong Partai Golkar dan Partai Demokrat, dll. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Abdullah Azwar Anas (Mas Anas) disokong PKB dan PDI Perjuangan, dll. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Juru Bicara Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 1 Khofifah-Emil, Gus Hans menanggapi santai pernyataan Ketua Seknas Jokowi Jatim, Sapto Raharjanto yang menyatakan, Jokowi lebih mendukung pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno dibandingkan pasangan Khofifah-Emil.

Gus Hans justru menyayangkan pernyataan Sapto yang seakan menyeret nama besar Jokowi untuk kepentingan parsial dalam Pilkada Jawa Timur.

Sebelumnya, Sapto mengatakan bahwa sejak Khofifah tidak lagi menjabat menteri, maka hubungan politik Jokowi dengan Khofifah sudah putus.

Sementara pada Pilkada Jatim 2018, kata Sapto, Jokowi berada di pihak Gus Ipul-Puti sedangkan Amien Rais dan Habib Rizieq berada di pihak Khofifah.

"Saya rasa statement tersebut tidak perlu ditanggapi berlebih. Lagi pula tidak ada hubungan Presiden dengan proses politik yang lagi bergulir. Tidak hanya di Jawa Timur, tapi di seluruh wilayah Indonesia yang tahun ini menyelenggarakan Pilkada serentak," ungkapnya.

Menurut Gus Hans, satu-satunya kepentingan Presiden Jokowi dalam gelaran Pilkada serentak ini tidak lain adalah proses pilkada berjalan sesuai jadwal, aman, dan lancar.

Sedangkan soal hasil, Presiden menyerahkan seluruhnya kepada rakyat agar kualitas demokrasi terus meningkat.

"Ada baiknya kita semua tetap menjaga wibawa Presiden. Jangan sebaliknya, merongrong dengan kepentingan parsial Pilkada. Saya sendiri sangat yakin Presiden Jokowi ada di posisi netral dan sangat menghormati proses demokrasi yang tengah berjalan dan tidak berniat untuk cawe-cawe," tuturnya.

Namun jika ingin ditilik ke belakang, kata Gus Hans, Khofifah sendiri adalah juru bicara Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu.

Dipilihnya Khofifah karena memiliki rekam jejak yang baik dan sangat disegani di kancah perpolitikan nasional.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help