Undangan Pernikahan Gaya Rustic dan Flowery jadi Kesukaan Pasangan Muda

Ardina Rasti menjadi artis pertama yang memesan undangan pernikahan gaya rustic di By Request.

Undangan Pernikahan Gaya Rustic dan Flowery jadi Kesukaan Pasangan Muda
delya octovie
Undangan tema rustic biasanya berwarna cokelat dengan motif daun atau bunga, dilengkapi dengan tali rami. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Undangan pernikahan bertema rustic dan flowery menjadi primadona di tahun 2018 ini menurut By Request Craft and Invitation, Surabaya.

Terbukti, sejak 2017 lalu hingga Agustus 2018, pesanan undangan pernikahan yang diterima By Request didominasi oleh undangan tema rustic dan flowery.

Undangan tema rustic biasanya berwarna cokelat dengan motif daun atau bunga, dilengkapi dengan tali rami.

Sedangkan flowery bermotif bunga-bunga dengan warna-warna yang lebih cerah, sesuai pesanan pelanggan.

Suci Sulaindah, admin online dan offline By Request menyebut kebanyakan pemesan kedua tema tersebut adalah pasangan muda yang berusia 25 tahun ke atas.

"Biasanya yang muda suka gaya rustic dan flowery seperti ini. Untuk model undangannya, yang hardcover dan simple tanpa amplop. Varian yang seperti itu paling murah untuk ukuran 20 x 12 cm dengan harga mulai dari Rp 8000, dengan minimal cetak 300 buah," jelas perempuan yang akrab disapa Indah ini ketika ditemui di toko By Request, Lt. LG AA2/10 Royal Plaza, Surabaya, Kamis (21/6/2018).

Ardina Rasti menjadi artis pertama yang memesan undangan pernikahan gaya rustic di By Request.

Undangan yang ia pilih berupa rustic hardcover tanpa amplop, simple dengan aksen renda putih di tengahnya, yang ditambahkan tali rami cokelat yang dikaitkan pada label tulisan nama pasangan.

Setelah itu, banyak pembeli yang mengikuti undangan seperti Ardina Rasti.

"Pada bertanya, Ardina undangannya seperti apa? Akhirnya banyak juga yang memilih undangan seperti itu, ada juga yang tidak, biasanya orang tuanya yang tidak setuju karena dianggap kurang sopan tanpa amplop. Jadi ya kami tergantung keinginan pembeli saja, bisa custom," ungkapnya.

Pemesan undangan pernikahan By Request dari berbagai kota dan pulau di Indonesia, terutama yang memesan secara online lewat Instagram @byrequestcraft atau @byrequestinvitation.

Kebanyakan pemesan berasal dari Jakarta, Ambon, Kalimantan dan Maluku.

Para pemesan bisa konsultasi secara online undangan seperti apa yang mereka inginkan, dan bisa custom sesuai kebutuhan calon pengantin.

Pemesanan dianjurkan satu sampai dua bulan sebelum undangan dibagikan, sehingga jika ada revisi yang merupakan kesalahan dari By Request, bisa segera dibenarkan.

"Tidak ada perbedaan lama pengerjaan untuk yang custom maupun tidak, karena kalau sudah produksi ya bareng-bareng semua. Tetapi kalau custom biasanya mulai harga Rp 11.000, tergantung model amplopnya," katanya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help