Enam Alat Musik Ini Bisa Mengalun Otomatis, Koleksi Baru Museum Musik Dunia di Kota Batu

Decap Antwerpen yang terdiri dari Saxophone, Terompet, Kulintang, Akordion, satu set drum, dan suling.

Enam Alat Musik Ini Bisa Mengalun Otomatis, Koleksi Baru Museum Musik Dunia di Kota Batu
sany eka putri
Decap Antwerpen,¬†enam alat musik yang bisa mengeluarkan alunan musik sendiri di Museum Musik Dunia, Jatim Park 3, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pecinta musik kini dimanjakan dengan hadirnya alat musik langka yang hanya ada lima di dunia.

Alat musik ini kini terpampang di Museum Musik Dunia, Jatim Park 3. Alat musik itu ialah diberi nama Decap Antwerpen yang terdiri dari Saxophone, Terompet, Kulintang, Akordion, satu set drum, dan suling.

Alat musik itu ada di lantai tiga Museum Musik Dunia. Alat musik ini bisa mengalunkan nada suara yang sangat Indah. Berkat keenam alat musik itu, suara musik jadi enak didengar.

Mulyadi, Asisten Operasional Manager Galeri Musik Dunia mengatakan, alat musik ini didatangkan dari Belgia.

"Karena di sini pusatnya musik dari seluruh dunia, maka kami mendatangkan alat musik ini untuk melengkapi koleksi kami. Bagi pecinta musik juga bisa mengetahui ini loh jenis musik yang ada di dunia, kami hadirkan di sini," kata dia, Minggu (24/6/2018).

Ia mengatakan, alat musik yang bisa mengeluarkan suara ini hanya ada lima, satu di antaranya ada di Indonesia.

Dan empatnya lagi ada di Belgia. Decap Antwerpen ini bisa memainkan musik hingga berjam-jam hanya dengan menggunakan tenaga listrik.

Terdengar suara musik yang dimainkan sangat Indah dan teratur.

Keenam alat musik itu saling berkolaborasi dan saling mengisi sehingga mengeluarkan suara yang enak didengar.

Bak film horor, alat musik ini bergerak dengan sendirinya, dan bermain sesuai komposisi musik yang sudah di tentukan dari kaset. 

Seperti halnya saxophone yang terlihat mirip ketika dimainkan oleh seorang pemain musik. Serta drum, yang bergerak sendiri sesuai iramanya. 

"Alat musik ini sudah otomatis, jika dimasukkan kaset khusus, alat musik itu bermain sesuai komposisi musiknya. Nah tahun dibuatnya alat musik ini kami belum bisa memastikan, karena tidak tertera," imbuhnya.

Frilia, pengunjung Museum Musik Dunia, mengakui kekagumannya terhadap alat musik ini karena ia baru pertama melihat alat musik ini.

"Benar-benar bagus. Aku baru lihat yang beginian, kok bisa ya alat musik ini saling melengkapi. Dan musiknya juga nggak ngebosenin," kata dia.

Tags
Kota Batu
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help