Mojokerto

Dua Pembakar Toko Warna-warni Mojokerto Masih Buron, Inilah Identitasnya

tersangka Santoso yang menerima imbalan uang pembayaran awal Rp 75 juta kemudian mencari dua orang yakni Djupri (46) dan Eko Purnomo warga Bekasi.

Dua Pembakar Toko Warna-warni Mojokerto Masih Buron, Inilah Identitasnya
SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
Petugas saat memadamkan kebakaran Toko Warna Warni Mojokerto 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO -  Anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto Kota masih berupaya mencari keberadaan dua pelaku yang diduga turut ikut serta dalam persekongkolan kejahatan sabotase pembakaran toko Warna-warni di Jalan KH A Dahlan Kota Mojokerto.

Kasatreskrim Mojokerto Kota AKP Suhariyono mengatakan adapun dua orang yang kini berstatus DPO adalah pelaku berinisial WD dan DW yang merupakan rekan dari tersangka Santoso (39) warga Jalan Pasar Minggu Nomor 80 Lentengagung, Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan.

"Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga turut perperan melakukan pembajakan toko Warna-warni," ujarnya kepada Surya, Senin (26/6/2018).

Suhariyono menjelaskan proses penyidikan kasus kejahatan sabotase pembakaran toko Warna-warni yang juga menyeret pemiliknya David Gunawan (49) warga Komplek Isen Nomer 22 Darmo Harapan Kota Surabaya masih akan terus dilakukannya. Saat ini,
Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota akan memanggil sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara.

"Kami akan undang para saksi mata untuk mencocokkan temuan di lapangan berupa hasil penyidikan guna menguatkan perbuatan pelaku pembakaran," ungkapnya.

Menurut dia, disisi lain terkait penyidikan kasus ini juga masih menunggu hasil identifikasi olah TKP dari INAFIS Polres Mojokerto Kota bersama Tim Labfor Polda Jatim cabang Surabaya.

"Kami masih menunggu hasil olah TKP dari Labfor Polda Jatim sekitar satu pekan mendatang," jelasnya.

Masih kata Suhariyono, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melakukan rekonstruksi kejahatan rekayasa pembakaran toko Warna-warni untuk mengetahui secara pasti peran dari masing-masing pelaku.

"Untuk rekonstruksi menunggu waktu yang tepat usai Pilkada serentak lantaran masih fokus pengamanan pemilu," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,
David Gunawan (49) warga Komplek Isen Nomer 22 Darmo Harapan Kota Surabaya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota terkait kasus rekayasa pembakaran toko Warna-warni.

David diduga kuat merencanakan kebakaran itu sendiri dengan menyewa orang bayaran dari Jakarta. Tujuannya adalah untuk mendapatkan klaim asuransi kebakaran senilai Rp 20 miliar.

Informasinya, tersangka Santoso yang menerima imbalan uang pembayaran awal Rp 75 juta kemudian mencari dua orang yakni Djupri (46) dan Eko Purnomo warga Bekasi Jawa Barat.

Mereka merakit alat pemicu kebakaran berupa obat nyamuk, sumbu petasan dan bensin di kamar hotel di Kota Mojokerto untuk melakukan sabotase pembakaran toko Warna-warni.

Empat tersangka ditangkap beberapa saat setelah terjadi kebakaran dahsyat yang membakar nyaris 90 persen ruangan toko berlantai 3.

Perbuatan tersangka sangat membahayakan masyarakat di sekitarnya hingga berpotensi menimbulkan kerugian materil lantaran toko pakaian di dekat lokasi turut terkena dampak dari rekayasa pembakaran toko Warna-warni.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help