Malang Raya

Festival Panji, Cara Pemerintah Hidupkan Kearifan Lokal Lewat Kisah Romansa Tradisional

Sejarawan Andrian Vickers menulis, Panji atau Inao merupakan sebuah budaya bersama di Asia Tenggara.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Dua penari Topeng Malangan berpose dengan latar bangunan Museum Panji di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Rabu (26/10/2016). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kelap-kelip cahaya panggung menghiasi Taman Krida Budaya Jawa Timur pada Senin (2/7/2018) malam. Bersamaan dengan itu, suara tabuhan alat musik tradisional mengiringi tarian para penari Beskalan. Suara riuh tepuk tangan penonton pun menggema melihat pertunjukkan daerah itu.

Di bagian belakang panggung, janur kuning menghiasi. Semakin mempercantik panggung. Di sisi kiri panggung juga terdapat kelompok gamelan yang mengiringi jalannya gelaran. Penonton pun menikmati tarian Beskalan di tengah dinginnya Kota Malang di malam hari.

Malam itu memang sedang diselenggarakan Pagelaran Kesenian Tradisional dan Kreasi Baru Festival Panji Nusantara. Pagelara  itu dihelat oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tidak hanya penari dari Malang saja yang memeriahkan acara, para penari dari Thailand dan Kamboja juga turut serta memeriahkan. Mereka sengaja dihadirkan ke Kota Malang dan beberapa kota selanjutnya karena kebudayaan mereka erat dengan cerita Panji.

Peneliti bidang tradisi dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta, Wahjudi Pantja Sunjata menerangkan bahwa cerita Panji memang menyebar hingga ke Kamboja dan Thailand. Maka dari itu, tak heran jika kemudian para negara tetangga itu memahami tentang cerita Panji.

Kisah-kisah Panji itu menceritakan usaha Panji menemukan Dewi Sekartaji. Seiring bergulirnya waktu, kisah asmara itu itu berkembang setidaknya 15 cerita.

Dikutip dari sumber lainnya, cerita Panji mulai dikenal sejak era Majaphit. Ketika kerajaan yang memiliki lambang Surya itu berjaya hingga ke wilayah Siam yang kini menjadi Thailand. Cerita Panji pun menyebar ke berbagai daerah.

Di Thailand, cerita Panji dikenal dengan sebutan Inao. Sementara di Malaysia menjadi hikayat dan di Kamboja dikenal degnan sebutan Eynao.

Dilanjutkan Wahjudi, generasi muda sangat diharapkan mengenal cerita Panji. Apalagi kawasan Malang Raya sendiri memiliki kaitan yang sangat erat dengan cerita Panji yakni Topeng Malangan Panji. Di hari kedua pelaksanaan festival itu, panitia menggelar nonton bareng film dokumenter tentang kehidupan penari topeng Malangan asal Jabung, Kabupaten Malang yakni Karyono.

“Pemutaran film itu dihadiri oleh 250 siswa dan mahasiswa yang berasal dari SMA dan perguruan tinggi di Kota Malang. Anak-anak muda harus mengenal dan belajar dari kisah Panji. Apalagi kisah Panji ini sudah diakui oleh Unesco,” paparnya, Selasa (3/7/2018).

Festival Panji  digelar secara roadshow yang akan melintasi 8 kota besar seperti Denpasar, Pandaan, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta dan Jakarta. Berlangsung dari tanggal 27 Juni hingga  13 Juli 2018.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kemendikbud, tokoh utama cerita Panji adalah Raden Inu Kertapati, putera mahkota Kerajaan Jenggala,  dan kekasihnya Dewi Sekartaji, puteri kerajaan Daha.  Dari masa ke masa cerita Panji sangat populer dan digemari masyarakat sehingga cepat menyebar ke wilayah Nusantara, bahkan melanglang buana ke  Asia Tenggara, terutama Malaysia, Kamboja dan Thailand. Cerita Panji diabadikan di beberapa relief candi di Jawa Timur. Namun sekarang ini sedang mengalami kemunduran dari para apresiatornya, terutama kalangan muda. Sehingga perlu upaya untuk “Menggugah Kembali Warisan Bersama Sastra dan Budaya Panji” tersebut. Apalagi naskah cerita Panji telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan Dunia (Memory of the World/MoW),  tanggal 13 Maret 2017.

Direktur Kesenian Direktorat Kesenian Dr Restu Gunawan menjelaskan, Panji tidak saja mencakup bidang sastra, tetapi juga berkembang dalam berbagai bentuk transformasinya, antara lain menjadi inspirasi dalam seni pertunjukan (musik, tari, teater),  wayang beber,  komik, seni media dan film, dan seni kria/kreatif seperti topeng dll.

“Sejarawan  Andrian Vickers menulis, Panji atau Inao merupakan sebuah budaya bersama di Asia Tenggara,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, sastra-budaya Panji sebagai sumber inspirasi karya seni dan nilai kehidupan, saat ini mulai dilupakan. Sehingga diperlukan upaya  revitalisasi, reaktualisasi dan  rekreasi  sastra-budaya Panji untuk menumbuhkan  kembali memori-bersama  tentang sastra dan budaya Panji. Melalui berbagai ekspresi sastra-budaya Panji yang beragam, kekinian dan menarik, sehingga  generasi mileneal/ zaman now mengenal jejak warisan sastra dan budaya Panji.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved