Home »

Batu

Malang Raya

Puluhan Orang Ramaikan Lomba Jamu Gendong di Kota Batu

Perlombaan yang digelar oleh UPT Materia Medica Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, itu diadakan di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kota Batu

Puluhan Orang Ramaikan Lomba Jamu Gendong di Kota Batu
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Peserta Lomba Jamu Gendong mengikuti games dalam presentasi Lomba Jamu Gendong yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Materia Medica, Kota Batu, Kamis (5/7/2018). Agenda tahunan untuk melestarikan jamu gendong ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Peserta lomba Jamu Gendong yang terdiri dari umum dan pelajar terlihat sangat antusias mengikuti perlombaan itu.

Mereka menggunakan pakaian adat Jawa dan lengkap dengan atribut keranjang dan topi yang terbuat dari rotan saat perlombaan itu. Perlombaan yang digelar oleh UPT Materia Medica Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, itu diadakan di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Kamis (5/7/2018).

Para peserta yang berjumlah 80 orang itu beradu ketrampilan meracik jamu gendong, yaitu pereda nyeri dan pelangsing.

Mereka berasal dari 20 kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya Bangkalan, Pacitan, Nganjuk, Tulungagung, Malang, dan Kota Batu.

Untuk kriteria perlombaan didasarkan pada unsur kebersihan, cara pengolahan, dan resep yang dipakai meracik jamu. Seluruh peserta yang terdiri dari umum dan pelajar hanya diberi waktu dua jam untuk meracik jamu gendong.

Satu peserta dari Pujon, Kabupaten Malang, Taring (34) mengatakan jika dirinya baru pertama kali mengikuti lomba Jamu Gendong. Perempuan yang bekerja sebagai penjual jamu sejak 10 tahun lalu ikut berpartisipasi dengan meracik jamu pelangsing dengan metode tradisonal ayau ditumbuk.

Untuk mebuat jamu tersebut, ia menggunakan bahan baku seperti adalah kunci, kunir, daun sirih dan gagang, asem, beras, garam, gula merah yang dicampur dan ditumbuk.

"Untuk pembuatan tidak susah kok mbak. Karena saya belajar dari ibu dan sudah turun menurun. Proses pembuatan itu terakhir tinggal diperas sarinya dengan dicampur air sedikit," kata dia.

Kepala UPT Materia Medica, Husin Rayes Malale mengatakan lomba jamu gendong ini digelar setiap dua tahun sekali. Dan saat ini pesertanya lebih banyak dibanding dua tahun lalu. Ia menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan tiap dua tahun sekali ini bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kemandirian pedagang jamu tradisional.

"Kami bergerak di bidang herbal, oleh karen itu lomba ini merupakan salah satu upaya pelestarian jamu tradisional. Kami berharap dengan lomba ini, masyarakat khususnya di Jawa Timur, bisa memanfaatkan jamu sebagai salah satu upaya agar masyarakat tetap mengkonsumsi minuman jamu tradisional dan obat herbal ini. Biar tidak dilupakan," ungkapnya.

Mengingat masyarakat memiliki kekhawatiran dengan bahaya dan efek samping yang ditimbulkan obat-obatan berbahan kimia. Ia meminta kepada masyarakat agar menanam tanaman herbal dihalaman rumahnya. Seperti kumis kucing, temulawak, daun salam, jahe hingga pepaya.

Tak hanya itu, dengan meningkatnya konsumsi produk herbal, UPT Materia Medica berencana untuk membuat rumah sakit tradisional, pengobatan herbal pertama di Indonesia maupun asia tenggara. Rumah sakit itu bakal dibangun di Batu. Sejauh ini mereka sudah memiliki 19 UPT di Jatim.

"Kalau bisa masyarakat tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan kimia. Doakan secepatnya. Karena manfaatnya sangat bagus, setiap yang sakit kami obati dengan bahan herbal," pungkas dia. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help