Travelling

Nasi Lezat Syariah di Surabaya Cuma Seribu Rupiah, Kualitasnya Setara dengan Menu Restoran

Selain menjual makanan enak sesuai nama warungnya Nasi Lezat Syariah, warung mungil ini juga cukup menarik perhatian setiap mata yang memandang

Nasi Lezat Syariah di Surabaya Cuma Seribu Rupiah, Kualitasnya Setara dengan Menu Restoran
SURYAMALANG.COM/Pipit Maulidiya
Nasi Lezat Syariah di Surabaya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Suasana Jalan Raya Tenggilis 144 B, Tenggilis Mejoyo, Surabaya (depan tempat makan Bakmi MG) pagi hari selalu ramai oleh orang mengantre.

Sejak beberapa minggu lalu, di sana memang ditempati sebuah warung kecil yang menjajakan menu makanan nasi dan bubur.

Selain menjual makanan enak sesuai nama warungnya Nasi Lezat Syariah, warung mungil ini juga cukup menarik perhatian setiap mata yang memandang.

Tak lain karena tertulis dengan huruf merah dan besar, pembeli cukup membayar Rp 1000 untuk seporsi makanan.

Meksi harganya cuma seribu, namun pembeli bisa mendapatkan menu lezat seperti nasi campur dadar, nasi cumi hitam, nasi ikan tongkol, nasi ati ampela dan nasi campur ayam.

Chef Haryo Pramoe, CHI (chef halal indonesia) sekaligus keluarga besar almarhum Haji Soejono Pramoe yang menggelar makanan murah ini mengaku kegiatan murni sedekah.

Sedekah yang dimaksudkan untuk sang almarhum Haji Soejono Pramoe.

"Kami ingin semua orang yang kelaparan, belum makan, atau sedang berada di perjalanan bisa makan, kecukupan gizi yang halal supaya bermanfaat. Ini untuk kebaikan dunia dan akhirat, selain hablu min annas (hubungan kepada manusia) juga hablu min Allah (hubungan kepada Allah)," kata Chef Haryo, Jumat (6/7/2018).

Menurut Chef Haryo, di dalam ajaran agama yang dia percaya semakin banyak memberi maka Allah akan memudahkan semua rizki.

Rizki keluarga yang baik, kecukupan, ketenangan, sehat, dan semua urusan akan dilancarkan.

Hasil penjualan nasi Rp 1000 juga akan disumbangkan kepada masjid. Pemilik warung yyang buka mulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB ini tak mengambil keuntungan.

"Angka Rp 1000 itu pun sebagai pengingat kalau makanan itu harus didapatkan dengan cara ikhtiar. Kita nggak boleh pasrah dengan keadaan. Kalau pun gak mampu makanan digratiskan," tambahnya.

Setiap harinya Warung Lezat Syariah menyediakan 50 hingga 100 porsi makanan perharinya. Dia mengatakan tidak jika ada yang menawarkan untuk ikut mendonasikan dana, pasti ditolak.

Menurut Chef Haryo dia dan keluarga tidak pernah menghimpun dana atau meminta donasi.

"Kegiatan ini murni pelayanan sedekah dari keuntungan usaha," tambahnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved