Bakmi Janda Rekrut Para Janda, Pelayannya Berbusana Seksi

Kami tidak memakai pengawet, pengembang, dan pewarna buatan. Bakmi kami juga halal.

Bakmi Janda Rekrut Para Janda, Pelayannya Berbusana Seksi
danendra kusuma
Jamilla (duduk), bersama Anisa Priska, Kristanti Yuliana, Lala Hikaru memamerkan produk unggulan Kedai Bakmi Janda Bakmi JASA (JAnda deSA), Minggu (8/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bakmi Janda di Surabaya akan melayani para pelanggan dengan berbagai macam kostum cosplay. Konsep baru tersebut diperkenalkan pada saat soft opening yang digelar pada Minggu di kedai baru Bakmi Janda, Jalan Raya Jemursari 76 blok C 38, Surabaya, 8 Juli 2018.

Di dalam ruko bertingkat dua itu, terlihat empat orang yang mengenakan pakaian ala pembantu dari berbagai negara diantaranya, Perancis, Korea Selatan, dan Jepang sedang melayani para tamu di acara soft opening. 

Para pelanggan nantinya dibuat terperangah karena pakian cosplay pembantu itu terlihat seksi.

Satu diantara tiga orang itu ada Jamilla, owner Bakmi Janda. Jamilla mengatakan saat soft opening dirinya memilih konsep cosplay pembantu.

"Konsep kostumya akan berubah-rubah setiap harinya. Saat opening Senin esok Minggu (8/7) kami akan mengenakan cosplay polisi. Pilihan cosplay lain ada kostum pilot dan Kimono," katanya.

Wanita yang akrab di sapa JJ itu melanjutkan, Bakmi Janda akan meluncurkan menu baru yakni nasi goreng cumi hitam dan nasi goreng. "Masih banyak menu baru lain yang akan kami buat. Rencananya kami akan membuat menu bubur ayam dan nasi kuning," ucap JJ.

Sesuai dengan nama belakang kedai 'Janda', menu makanan kedai itu dibuat dengan berbagai singkatan 'janda' yang unik. Seperti nama menu andalannya yaitu Bakmi JAHOT (JAnda HOT) dan Bakmi JASA (JAnda deSA). "Yang paling laris adalah menu Bakmi JAnda deSA. Mienya berwarna hijau. Warna hijau dihasilkan dari sawi. Selain itu Bakmi JAnda DeSA terdapat dua toping yakni jamur dan ayam serta tambahan kuah dari rebusan ayam," jelasnya.

JJ menambahkan, kedai Bakmi Janda selalu mengutamakan kualitas bahan masakan. "Kami tidak memakai pengawet, pengembang, dan pewarna buatan. Bakmi kami juga halal," tambahnya.

JJ menceritakan, nama Janda tercetus saat dirinya bersama ketiga orang temannya yang berstatus janda sedang memasak di dapur seusai pulang dari gereja. Sebelumnya JJ tidak ada pikiran ingin membuat usaha bakmi yang diberi nama janda. "Mama dari belakang bilang 'yang masak kok janda semua' dari situlah ide menamakan usaha Bakmi Janda," urainya.

Dari sebuah usaha yang ia dirikan setahun lalu ini, JJ ingin menyampaikan pesan bahwa Janda bisa berkreasi dan mencari pundi-pundi uang dengan mandiri.

"Ke depan saya akan menambah pegawai yang tentunya berstatus janda agar mereka bisa menyekolahkan anaknya," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help