Travelling

Unik, di Kota Batu Ada Destinasi Wisata yang Suguhkan Keindahan Alam dan Keragaman Budaya

Ada satu lokasi wisata alam yang cukup unik di Kota Batu, yakni Kampung Edukasi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT).

Unik, di Kota Batu Ada Destinasi Wisata yang Suguhkan Keindahan Alam dan Keragaman Budaya
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Spot foto ayunan yang terbuat dari ban bekas di Kampung Edukasi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT) Kota Batu, Senin (9/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ada satu lokasi wisata alam yang cukup unik di Kota Batu, yakni Kampung Edukasi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT).

Lokasi wisata yang berada di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo ini menyuguhkan kesenian untuk pengunjung seperti tarian, sampai wahana yang ada di sana juga menggunakan bahan yang ramah alam dan tradisional.

Saat dikunjungi, lokasi wisata itu masih dalam tahap pengembangan. Sehingga belum terlihat wisatawan yang berkunjung ke sana. Namun, beberapa wahana sudah terlihat dipasang, seperti ayunan, rumah gubuk, spot foto.

Bahkan ada satu simbol anoman raksasa yang ada di lokasi wisata itu. Siti Rahayu salah satu koordinator pengelola wisata KEBAT mengatakan wisata ini dibangun dengan konsep mengedukasi pengunjung. 

Edukasi ini ditunjukkan melalui setiap titik-titik spot yang ada, seperti rumah gubuk yang digunakan bahan bambu, lalu juga ada penggunaan ban bekas untuk ayunan. Di lokasi wisata ini juga terlihat banyak pohon yang tidak ditebang. Pohon itu dibiarkan tumbuh agar terkesan alami.

"Kami sampaikan melalui media setiap wahana. Kami dari awal konsepnya wisata edukasi, tetapi tidak merusak tatanan alam. Hanya menambah dan kami padu padankan dengan bahan yang ramah lingkungan," kata Rahayu, saat dikonfirmasi, Senin (9/7/2018).

Bahkan, pihaknya juga bakal menyuguhkan tarian tradisional kepada pengunjung. Termasuk juga wisata kuliner tempo dulu. Hal itu masih belum dilakukan, karena pengembangan lokasi wisata ini masih belum 100 persen.

Wisata ini dikelola menggunakan anggaran pribadi, tidak menggunakan anggaran desa. Tetapi, ketika nanti sudah 100 persen pihak pengelola akan memberdayakan masyarakat sekitar.

"Bagaimana wisata ini bisa bermanfaat bagi banyak orang. Seperti nanti makanannya yang berjualan di sini warga sekitar, lalu parkirnya, tingkat keamananya," imbuhnya.

Kawasan wisata seluas 5 hektar itu berdampingan dengan Sungai Brantas. Sehingga pengunjung bisa melihat dan berjumpa wisatawan yang bermain rafting, karena merupakan jalur rafting. Tak hanya itu, destinasi wisata yang baru itu juga dipenuhi pernak pernik dan ornamen-ornamen yang identik dengan tradisi Jawa.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help