Mojokerto

VIDEO - Melihat Pembuatan Cokelat di Pabrik Mojokerto

"Kalau dulu Banyuwangi sentra terbesar Kakao kini telah berpindah ke Mojokerto," imbuhnya.

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Hamparan perkebunan Kakao tumbuh subur di lahan kawasan area wisata Desa BMJ Mojopahit, Desa Randu Genengan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah pohon Kakao tersebut berdaun rindang tampak berbuah lebat. Satu pohon itu bisa berbuah lebih dari 10 buah Kakao.

Para petani setempat terlihat sibuk beraktivitas di lahan perkebunan Kakao. Mereka merawat pohon Kakao setiap hari untuk memperoleh kwalitas terbaik dari bahan baku cokelat ini.

Mulyono (52) pemilik perkebunan cokelat menjelaskan semenjak enam tahun lalu telah menggerakan warga untuk menanam Kakao. Ini dilakukannya lantaran melihat tananam tebu dan tembakau terdegradasi karena itulah pihaknya menyerukan gerakan tanam cokelat.

"Ide awal gerakan tanam cokelat ini agar bermanfaatkan untuk orang lain yang juga sekaligus sebagai penghijauan di Mojokerto," ujarnya, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, program gerakan tanam Kakao serentak ini mulai diterapkan kepada 20 kelompok tani (Poktan) Mulyo Jati.

Dari embrio 20 Poktan lokal tersebut kini telah berkembang menjadi sebanyak 1337 petani yang tergabung ke dalam Poktan Mulyo Jati.

"Untuk saat ini luas lahan perkebunan Kakao 450 hektar yang terdiri dari petani kecil dan petani besar," jelasnya.

Mulyono mengatakan seiring perkembangan dan meningkatkannya produksi Kakao ia bertekad untuk membuat pabrik pengolahan cokelat secara mandiri. Niat baiknya itu direspon oleh pemerintah daerah dan pemerintahan pusat yang turut mendukung mengembangkan produksi Kakao di Jawa Timur.

"Kita berusaha mendirikan pabrik cokelat untuk mendukung program pemerintah hulu hilir dari Dinas Perkebunan," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help