Malang Raya

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang 'Sulap' Batang Pisang Jadi Sumber Rupiah

Limbah batang pisang yang biasanya terbuang bisa mendatangkan rupiah. Ini dilakukan oleh lima mahasiswa Universitas Brawijaya

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang 'Sulap' Batang Pisang Jadi Sumber Rupiah
IST
Limbah batang pisang sebagai media tanam yang juga bisa jadi suvenir dibuat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Limbah batang pisang yang biasanya terbuang bisa mendatangkan rupiah. Ini dilakukan oleh lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang. Mereka adalah Firdausi, Dial, Nabilah, Andri, dan Halimah.

"Limbahnya kami pakai sebagai media tanam yang disatukan kedalam perangkat tanam organik yang disingkat dengan sebutan PETRIK," jelas Firdausi dalam rilis yang dikirim ke SURYAMALANG.COM, Selasa (10/7/2018).

PETRIK adalah perangkat tanam organik. Yaitu sebuah paket komplit budidaya tanaman yang dirancang untuk dikomersialkan dalam bentuk budidaya tanaman full package. Dengan inovasi ini, media tanam limbah pisang ini telah melalui proses pengolahan dan sterilisasi.

Alasan memanfaatkan batang pisang karena kerap dianggap sampah karena tak tahu cara mengolahnya. Mengutip pada data dan informasi Kementerian Pertanian pada 2016, Kabupaten Malang merupakan sentra produksi pisang terbanyak di Jawa Timur.

Produk pisangnya bisa mencapai 690.136 ton atau sekitar 42,35% dari total produksi pisang di Provinsi Jawa Timur. Bisa dibayangkan berapa besar limbahnya. Peluang ini yang dilirik mahasiswa untuk dimaksimalkan.

"Urban farming di perkotaan bisa memanfaatkan ini," kata dia.

Misalkan dengan ditanami sayuran. Atau jadi buah tangan/suvenir. Untuk inovasi ini, tim PETRIK yang diketuai oleh Firdausi dan dibimbing Sisca Fajriani SP, MP berhasil didanai oleh Kemenristek Dikti pada Program Kreatifitas Mahasiswa 2018.

Mereka menjualnya dalam satu paket PETRIK. Isinya seperangkat alat dan bahan tanam diantaranya media tanam, benih, pupuk, PGPR dan Tricoderma. Dibanding media tanam lainnya, PETRIK tidak membutuhkan lahan yang luas

Selain itu juga mudah dalam perawatan. Bisa ditanami beberapa jenis sayuran, ramah lingkungan, serta mempunyai nilai estetika yang tinggi.

"Kami juga menyiapkan refill paket isinya. Sehingga konsumen dapat melakukan budidaya tanaman dalam beberapa kali masa tanam," paparnya.

Dikatakan dia, pengelolaan limbah batang pisang menjadi PETRIK akan terus diperbaiki dan dikembangkan agar lebih maju dan profesional, karena dampak dari usaha ini sangat bagus dilihat dari bidang bisnis, lingkungan dan sosial.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help