Surabaya

Ali Fauzi: Dulu Mas Amrozi Beli 10 Ton Bahan Peledak di Surabaya

Tahun 2002 sampai 2017 tidak ada ledakan di Surabaya, meski bahan-bahan sebenarnya dari Surabaya. Mas Amrozi beli bahan peledak 10 ton dari Surabaya.

Ali Fauzi: Dulu Mas Amrozi Beli 10 Ton Bahan Peledak di Surabaya
pipit maulidiya
Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana teroris, saat di Surabaya, 11 Juli 2018. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana teroris, meminta polisi perketat penjualan bahan kimia di Surabaya.

Sosok yang dulunya dikenal sebagai pentolan Jamaah Islamiyah Jawa Timur ini mengatakan mengisi acara Short Course Penguatan Prespektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media di Surabaya, Rabu (11/7/2018).

"Tentu untuk meminimalisir ledakan susulan pihak Polda Jatim tentu harus melakukan profiling bahan. Apa yang mereka (para teroris) cari, apa yang biasa mereka kombinasikan bahan-bahan itu," kata adik dari tiga teroris Ali Ghufron, Amrozi, dan Ali Imron ini.

Ali Fauzi mengatakan, selama ini bahan-bahan kimia yang digunakan para teroris itu kebanyakan dibeli di Surabaya.

"Tahun 2002 sampai 2017 tidak ada ledakan di Surabaya, meski bahan-bahan sebenarnya dari Surabaya. Mas Amrozi beli bahan-bahan peledak 10 ton dari Surabaya. Bukan kebobolan, karena memang dijual bebas," kata koordinator Yayasan Lingkar Perdamaian yang bergerak mendampingi para mantan teroris dan keluarganya ini.

Melakukan pencegahan memang bukan pekerjaan mudah. Namun dia yakin jika dikerjakan secara profesional dan sistematis maka akan bisa mempersempit ruang gerak teroris di Indonesia. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help