Manulife Gandeng Harian Surya jadi Partner Media

"Semisal seseorang pensiun di usia 55, sedangkan harapan hidup rata-rata 70 tahun, maka ada jarak 15 tahun ..."

Manulife Gandeng Harian Surya jadi Partner Media
Surya.co.id
Novita J. Rumngangun (kiri), Director & Chief Marketing Officer Manulife memberikan cinderamata kepada Trimulyono (kanan), Wakil Pemimpin Redaksi Harian Surya (12/7/2018) 

SURYA.CO.ID - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bertandang ke kantor Harian Surya siang ini, Kamis (12/7/2018).

Dengan mengusung kepercayaannya pada Harian Surya, Manulife menyadari peranan penting media di tengah masyarakat lantaran media dianggap terpercaya, netral, dan memiliki visi yang sama.

"Kami percaya bahwa media itu bisa menempati hati masyarakat karena sudah dipercaya gitu lho, selain itu media kan juga netral, terus kita memiliki visi yang sama ya, tanggung jawab moral juga dalam meminimalisir kriminalitas," papar Novita J. Rumngangun, Director & Chief Marketing Officer.

Hadir pula Merry Tanhart, Territory Head 4, menjelaskan bahwa upaya media meminimalisir kriminalitas juga sejalan dengan misi Manulife di mana bila seseorang tak lagi mengalami kesulitan dalam ekonominya, maka pemikiran bertindak kriminal juga semakin jauh.

"Kalau ingin masa depan bahagia, maka bagaimana caranya? Pertama, pendidikan cukup. Kedua, kebutuhan terpenuhi. Bila dua ini sudah, maka selanjutnya adalah tidak menjadi beban keluarga dan Negara Indonesia. Kenapa ke negara? Bayangkan kalau itu semua tak terpenuhi maka pasti semakin mlarat, dan semakin mlarat inilah yang nantinya beresiko menjadi pelaku kriminal," jelas Tanhart.

Itulah kenapa Manulife begitu konsisten bekerja sama dengan media, bahkan Manulife telah memiliki acara bincang-bincang (talkshow) yang tayang sekali setiap pekannya.

Yang paling menjadi tantangan saat ini adalah membuka pola pikir mayoritas masyarakat yang masih menganggap asuransi hanyalah cadangan.

Masih menurut Rumngangun, padahal sebenarnya asuransi sudah bukan termasuk ke dalam cadangan melainkan kebutuhan.

"Tidak semua tahu kalau asuransi penting, 'Alah yaudah gampanglah,' gitu. Padahal asuransi itu justru penting sekali. Asuransi bukanlah cadangan, melainkan kebutuhan," lanjut Rumngangun.

Asuransi sebagai kebutuhan ini kemudian dijabarkan kembali oleh Merry Tanhart dengan memberikan contoh kasus.

Halaman
12
Penulis: Insani Ursha Jannati
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved