Madiun

Bea Cukai Temukan Pita Cukai Palsu Miras di Tempat Hiburan Malam

penindakan terhadap tempat hiburan QX Executive Karaoke & Lounge, terkait dugaan penggunaan pita palsu pada minuman beralkohol.

Bea Cukai Temukan Pita Cukai Palsu Miras di Tempat Hiburan Malam
rahadian bagus priambodo
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Madiun, Juni Pudji Kurniawan (kanan) saat memberikan keterangan. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Petugas dari Kantor Bea Cukai Madiun menyita puluhan botol minuman keras yang terindikasi menggunakan pita cukai palsu dari tempat hiburan malam di Jalan Trunojoyo no 144, Demangan, Taman, Nambangan Kidul, Manguharjo, Kota Madiun.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Juni Pudji Kurniawan ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya penindakan terhadap tempat hiburan QX Executive Karaoke & Lounge, terkait dugaan penggunaan pita palsu pada minuman beralkohol.

"Dari hasil pemeriksaan, ada indikasi bahwa ada minuman mengandung etil alkohol yang tidak sesuai dengan ketentuan. Makanya kami melakukan pemeriksaan untuk menindaklanjuti,"kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Madiun, Juni Pudji Kurniawan, saat dikonfirmasi, Sabtu (14/7/2018).

Juni menuturkan, temuan ini berawal dari pemeriksaan yang dilakukan pada 15 Mei 2018 dan pada 24 Mei 2018. Pada saat itu, awalnya tim intel dari Bea dan Cukai Madiun menemukan catatan transaksi pada pembukuan tidak sesuai.

"Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan kegiatan karaoke di XQ Karaoke & Lounge, belum memenuhi persyaratan kewajiban, dalam hal ini pencatatan. Pemasukan, penggunaan, sisa minuman, masih belum menggambarkan persedian minuman berlakohol secara menyeluruh,"kata Juni.

Dari temuan stok miras yang tidak sesuai dalam pencatatan itu, petugas mengamankan 47 botol miras golongan B dan C. Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan terhadap Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 47 yang diamankan.

"Setelah dilakukan pengecakan terhadap pita cukai yang dilakukan PT Pura Nusa, memang ada yang diindikasikan menggunakan pita yang tidak dikeluarkan PT Pura Nusa," jelasnya.

Ia menuturkan, ada tiga perusahaan yang berhak menentukan pita cukai palsu atau tidak. Tiga perusahaan tersebut, yakni PT Padalarang selaku pembuat kertas, PT Peruri selaku pembuat pita, dan PT Pura Nusa selaku pembuat hologram.

Untuk saat ini, pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah persis berapa botol yang menggunakan pita cukai palsu dari 47 botol yang diamankan dari XQ Karaoke & Lounge.

"Berdasarkan hasil penelitian hologram oleh PT Pura Nusa memang ada indikasi palsu, tapi kami masih menunggu pemeriksaan dari PT Peruri,"katanya.

Untuk saat ini, pihak Bea Cukai Madiun baru memberikan sanksi administratif karena tertibnya pencatatan transaksi, baik penjualan dan pembelian MMEA di XQ Karaoke & Lounge.

"Kami sedang proses melakukan sanksi administratif, akibat pencatatan tidak sesuai dengan fisik barang," katanya.

Sementara itu, barang bukti berupa minuman beralkohol kini diamankan Bea Cukai Jawa Timur, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna membongkar kemungkinan adanya jaringan penyelundupan atau pembuatan miras ilegal.

"Saat ini kami tetapkan barang-barang tersebut sebagai barang yang dikuasai negara. Sebab kami masih melakukan pengembangan, kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan di Jakarta," tambahnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help