Kediri

Hari Ini, Ribuan Penari Barong Ramaikan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Ribuan penari yang memeriahkan pentas tari kolosal Barong Sewu menggelar gladi bersih kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Hari Ini, Ribuan Penari Barong Ramaikan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
didik mashudi
Ribuan penari yang memeriahkan pentas tari kolosal Barong Sewu menggelar gladi bersih kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri. Kegiatan ini diikuti para penari berikut kru penabuh gamelan, Jumat (13/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ribuan penari yang memeriahkan pentas tari kolosal Barong Sewu menggelar gladi bersih kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Kegiatan ini diikuti para penari berikut kru penabuh gamelan, Jumat (13/7/2018).

Para penari ini bakal tampil pada pagelaran tari kolosal Barong Sewu yang bakal digelar di kawasan SLG, Sabtu (14/8/2018) siang. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri.

Para penari sejak siang yang terik sudah berdatangan ke lokasi latihan. Mereka tampak antusias memperagakan tarian sesuai dengan arahan para instruktur.

Untuk mengurangi cuaca panas, jalan tempat gladi bersih disemprot dengan air oleh mobil tangki PDAM.

Gladi bersih ini diikuti seluruh grup penari yang membuka acara. Dilanjutkan dengan penampilan puluhan penari barong cilik yang diperagakan pelajar SD dan SMP.

Selanjutnya ditutup dengan penampilan tari kolosal Barong Sewu. Para penari barong kali ini yang tampil merupakan penari-penari muda.

Latihan gladi bersih tari kolosal ini dipantau langsung Ketua Paguyuban Seni Jaranan (Pasjar) Kediri Heri Pratondo. Pasca latihan terakhir, semua penari diharapkan sudah siap tampil.

Menurut Heri Pratondo, para penari yang tampil merupakan kolaborasi Barong Sewu. Namun yang tampil kali ini mayoritas anak-anak muda sekaligus untuk melakukan regenerasi kesenian barong.

"Kami utamakan regenerasi, penari barong dari sanggar kesenian. Sedangkan barongan senior kita kurangi mengingat lokasinya yang terbatas," jelasnya.

Dijelaskan, dibanding tahun lalu, jumlah penari barong yang tampil agak berkurang. "Jumlahnya masih di atas seribu, tapi tidak sebanyak tahun lalu. Kami utamakan anak-anak didik dulu," jelasnya.

Dengan adanya regenerasi penari barong, Heri mengaku tidak akan khawatir dengan kelestarian kesenian jaranan. Karena ternyata anak-anak sekolah juga banyak yang dididik dengan kesenian jaranan termasuk barongan.

"Nanti ada penampilan tari barong mulai anak-anak SD, SMP dan remaja. Kemudian ada penampilan penari barong senior," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help