Malang Raya

Instractor, Inovasi Alat Ekstrasi Senyawa Polifenol Buatan Mahasiswa UB Malang

mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang membuat inovasi alat ekstraksi senyawa polifenol yang efektif dan efisien

IST
Tim Instractor mahasiswa FTP Universitas Brawijaya Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat inovasi alat ekstraksi senyawa polifenol yang efektif dan efisien. Mereka adalah Abu Hasan, Muslikhatul Fadhillah dan Riyadlotul Ula dibimbing dosen Nur Lailatul Rahmah SSi MSi.

"Kami membuat alat namanya INSTRACTOR (Integrated Smart Extractor): Rancang Bangun Alat Ekstraksi Senyawa Polifenol Berbasis Sonication, Kinetic Maseration, and Spray Drying Technology," jelas Fadhilah kepada SURYAMALANG.COM, Senin (16/7/2018).

Pembuatan alat ini didanai Kemenristekdikti 2018 lewat PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) Karsa Cipta. Ide pembuatan alat ini karena biasanya pembuatan senyawa polifenol dari tanaman pangan jika dilakukan secara manual butuh waktu lama.

"Bisa 24 jam jika dengan alat konvensional. Misalkan harus dioven dulu. Kalau dengan alat ini, maka lebih efisien dan praktik, yaitu sekitar 4 jam, dengan tiga metode itu," tuturnya.

Sasaran alat ini adalah membantu peneliti. Untuk ujicoba alatnya, timnya memakai tanaman teh hijau.

"Sebenarnya bisa memakai jenis tanaman apa saja. Tapi kami memakai teh hijau mudah didapat dan memiliki kandungan polifenol yang banyak. Sehingga bisa membantu mengatasi radikal bebas karena dampak aktivitas di luar," katanya.

Hasil produknya menghasilkan serbuk. Serbuk ini biasanya lebih awet karena tidak ada mikroba yang tumbuh. Serbuk atau granul itu bisa juga dikombinasikan dengan bahan makanan lain. Namun tim ini lebih pada penciptaan alatnya.

Dikatakan Fadhilah, dengan alat ini, efisiensi waktu dan biaya bisa ditekan.

"Selama pembuatan ada juga kendala untuk alat spray dryingnya. Sebab biayanya mahal. Kami kemudian membuat inovasi sendiri dengan mengombinasikan pengadukan bahan dengan mixer dan penggunaan lampu infrared untuk pengeringannya", tuturnya. Sebab dana yang diperoleh hanya Rp 6,6 juta.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved