Malang Raya

MCW Sorot Persoalan Pendidikan Kabupaten Malang

MCW menyoroti keseimbangan anggaran pendidikan, dan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah di Kabupaten Malang.

MCW Sorot Persoalan Pendidikan Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
MCW saat audiensi dengan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (19/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Malang Corruption Watch (MCW) menyoroti keseimbangan anggaran pendidikan, dan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah di Kabupaten Malang.

Badan Pekerja MCW Divisi Korupsi Politik, M Afiif mengatakan menilai anggaran pendidikan di Kabupaten Malang yang terkait langsung dengan pendidikan masih terlalu minim.

Hanya sekitar 6 persen untuk belanja langsung pendidikan.

( Baca juga : Link Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya (UB) 2018 Mulai Jumat, 20 Juli 2018 )

Sedangkan anggaran untuk belanja tidak langsung, seperti gaji dan tunjangan guru, mencapai lebih dari 27 persen.

Dengan komposisi alokasi anggaran tersebut, pendidikan sulit bisa maju dan berkembang.

“Kami berharap ada peningkatan alokasi anggaran pendidikan secara langsung,” kata Afiif kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (19/7/2018).

( Baca juga : Ayu Ting Ting Beri Klarifikasi Soal Ngajak Nikah Shah Rukh Khan & Lebih Pilih Ivan Gunawan? )

Afiif mengungkapkan mengaku MCW telah menerima tiga pengaduan terjadinya pungutan.

Pungutan tersebut untuk biaya seragam, buku, dan gedung sehingga potensi menimbulkan dugaan korupsi.

Padahal, dalam aturan, sekolah tidak boleh melakukan pungutan dalam bentuk apapun dan apapun alasanya.

( Baca juga : Nagita Slavina Ubah Gaya Rambut Ala Korea, Penampilannya Dibilang Imut Bak ABG )

Untuk sumbangan dari wali murid melalui komite sekolah tidak masalah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help