Mojokerto

Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh, Polisi Periksa Anggota UKKI

Polisi Polres Mojokerto akhirnya turun tangan menyelidiki kasus dugaan kekerasan hukuman fisik squat jump terhadap Mashanum Dwi Aprilia.

Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh, Polisi Periksa Anggota UKKI
mohammad romadoni
Mas Hanum Dwi Aprilia siswi kelas XI IPS-2 SMAN 1 Gondang menderita cidera parah pada syaraf tulang belakang setelah melakukan hukuman fisik skot jump (Squat Jump). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Polisi Polres Mojokerto akhirnya turun tangan menyelidiki kasus dugaan kekerasan hukuman fisik squat jump terhadap Mashanum Dwi Aprilia (16) siswi kelas XI IPS-2 SMAN 1 Gondang.

Sebelumnya, Hanum sapaan wanita ini diberi hukuman fisik Squat Jump sebanyak 90 kali karena terlambat datang saat pelatihan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya.

Akibatnya fatal, korban menderita cedera parah pada syaraf tulang belakang hingga tidak bisa berjalan bahkan berpotensi terancam mengalami kelumpuhan.

Polisi melakukan memeriksa sejumlah saksi mata di antaranya teman korban dan pembina serta sejumlah guru, termasuk senior (Kelas XII) anggota UKKI di sekolah SMAN 1 Gondang.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto menjelaskan sesuai hasil penyelidikan sementara diketahui kasus kekerasan fisik yang menimpa korban diduga melibatkan anggota senior UKKI yakni siswa kelas XII di sekolahan tersebut.

"Kondisi korban saat ini mengalami kedua kaki sakit dan belum bisa berjalan," ujarnya kepada SuryaMalang.com, Jumat (20/7/2018).

Fery menjelaskan korban menjalani hukuman Squat Jump yang diberikan oleh senior atau kakak kelasnya.

Sebelumnya, mereka kelompok UKKI telah sepakat apabila ada anggota yang terlambat bakal dihukum Squat Jump. Jika ada anggota yang terlambat dalam waktu 1 menit maka hukumannya Squat Jump sebanyak 10 kali.

"Karena korban terlambat beberapa menit maka menanggung hukuman fisik Squat Jump sebanyak 95 kali," bebernya.

Menurut dia, setelah melakukan hukuman tersebut korban berjalan lima langkah kemudian jatuh. Korban diantar oelh temannya ke tempat tinggalnya di Pondok Pesantren Al-Qoits Dusun Ketegan, Desa Gondang, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto sekitar satu kilometer dari sekolahannya.

Selanjutnya, korban mengeluh sakit nyeri hingga puncaknya tidak bisa berjalan. Korban dibawa oleh pengurus Ponpes untuk berobat ke pengobatan tradisional Sangkal Putung Umi-Abi di Dusun Jarum, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Soekandar Mojosari Mojokerto, Jumat (20/7/2018) untuk menjalani Computerized Tomography atau CT Scan.

"Hingga saat ini korban masih belum bisa berjalan terbaring di ruang perawatan rumah sakit," ucapnya.

Masih kata Fery, lebih lanjut penyelidikan kasus ini telah ditangani oleh anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto.

"Kami masih mendalami penyebabnya apakah karena hukuman squad jump atau ada penyebab lainnya," kata Fery.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help