Malang Raya

Tiga Kali Pasar Besar Kebakaran Selama Tiga Tahun

"Beruntung tidak sampai merembet ke tempat lain. Murni akibat hubungan arus pendek listrik," kata Eko kepada SURYAMALANG.COM.

Tiga Kali Pasar Besar Kebakaran Selama Tiga Tahun
Kompas.com/Wisnubrata
ILUSTRASI KEBAKARAN. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pasar Besar Kota Malang mengalami tiga kali kebakaran dalam kurun waktu tiga tahun. Dari penghitungan SURYAMALANG.COM, sejak tahun 2016 telah terjadi tiga kali kebakaran.

Tahun 2016, kebakaran besar melanda lantai dasar Pasar Besar. Kebakaran itu merusak ribuan tempat berjualan di semua lantai. Kebakaran itu memaksa aktivitas berjualan di Pabes berhenti, dan pedagang direlokasi.

Kemudian di tahun 2017, terjadi lagi kebakaran. Kebakaran itu merusak dua kios.

Lalu, Jumat (20/7/2018) sekitar pukul 03.30 Wib, kebakaran kembali melanda. Kali ini merusak satu kios elektronik Kartika Jaya di lantai satu. Kebakaran itu meludeskan barang elektronik di toko tersebut.

Kebakaran pagi tadi tidak sampai menghentikan aktivitas pasar. Dinas Perdagangan juga tidak menginstruksikan penutupan pasar.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Malang Eko Sya mengatakan kebakaran itu akibat hubungan arus pendek di kios itu.

"Beruntung tidak sampai merembet ke tempat lain. Murni akibat hubungan arus pendek listrik," kata Eko kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (20/7/2018).

Kebakaran tidak sampai merembet karena berhasil dilokalisasi dan dipadamkan secara cepat.

"Kami juga tidak menginstruksikan penutupan pasar karena setelah pembersihan, aktifitas kembali berjalan," tegasnya.

Eko menegaskan semenjak terbakar besar 2016 lalu, Disdag menekankan sejumlah peraturan. Antara lain, pedagang diminta mencabut saluran listrik sebelum meninggalkan toko.

"Juga mematikan api jika berkaitan dengan aktifitas memasak bagi yang berjualan makanan. Juga ketika hendak memasang sambungan listrik harus berkoordinasi dengan pengelola pasar dan PLN," tegas Eko.

Hal ini supaya pemasangan instalasi kelistrikan sesuai dengan standar PLN.

Eko juga menegaskan instalasi listrik di Pasar Besar sesuai dengan standar PLN karena pemasangannya melibatkan instansi tersebut.

Dinas Perdagangan juga melarang pedagang mencuri listrik. Jika ketahuan, tegasnya, akan ada sanksi bagi pedagang itu.

Disdag juga meminta semua pemilik kios memiliki alat pemadam api ringan (APAR).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help