Islam

Forum Ulama NU di Kediri Sepakat Haramkan Menonton Tayangan 'Karma'

Bahtsul masail dihadiri sejumlah tokoh NU di antaranya: KH Yasin Asmuni, KH Mahrus Maryani, KH MB Firjoun Barlaman, dan KH Murtadho Ghoni.

Forum Ulama NU di Kediri Sepakat Haramkan Menonton Tayangan 'Karma'
didik mashudi
BAHAS KARMA - Forum bahtsul masail yang digelar bersamaan dengan Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) Jatim di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, yang berakhir 29 Juli 2018 malam. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Tayangan acara televisi Karma menjadi bahan kajian dalam bahtsul masail atau forum pembahasan berbagai masalah kekinian dari sudut pandang fiqh Islam.

Forum itu digelar bersamaan dengan Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) Jatim di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, yang berakhir 29 Juli 2018 malam. 

Para ulama yang terlibat dalam bahtsul masail menilai, tayangan Karma hukumnya haram karena tergolong menayangkan arraf atau kahin (peramal). Selain itu juga karena mengandung unsur-unsur menyebarluaskan aib orang lain.

Lebih dari itu, tayangan tersebut juga mempublikasikan praktek keharaman serta dapat merusak akidah orang lain.

Sementara hukum yang menonton dan memercayainya tayangan Karma adalah haram, kecuali jika tayangan itu sebagai bahan kajian atau dlarbil amtsal (memberi contoh) untuk memberikan nasehat atau untuk membedakan antara yang haq dan bathil selama tidak sampai mempercayai ramalannya.

Sementara, hukum bagi yang mengajukan diri sebagai peserta dalam acara tersebut sama dengan mendatangi kahin atau peramal.

Bahtsul masail dihadiri sejumlah tokoh NU di antaranya: KH Yasin Asmuni, KH Mahrus Maryani, KH MB Firjoun Barlaman, dan KH Murtadho Ghoni.

Sedangkan perumusnya KH Asyhar Shofyan, KH Makmun Djazuli Mahfudz, KH Fauzi Hamzah, KH Ali Maghfur Syadzili, KH Syihabuddin Sholeh dengan moderator Ali Romzi dan notulen Ustad M Khotibul Umam.

Karma adalah acara televisi realitas adikodrati (supranatural) yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta sejak 24 Desember 2017.

Acara Karma yang berdurasi 120 menit ini dipandu pembawa acara dan pembaca angka kelahiran (penarawang).

Dalam setiap episode terdapat 31 orang peserta sesuai dengan tanggal lahirnya yang semuanya adalah
orang-orang yang bermasalah.

Pembaca angka (penerawang) merupakan seorang indigo yang mempunyai kemampuan menerawang masa lalu dan masa depan seseorang melalui data tanggal lahir, gambar, tulisan dan pengakuan dari peserta.

Bahkan, pembaca angka (penerawang) juga dengan tanpa beban mengungkap penyebab masalah yang dihadapi peserta semisal disantet atau diguna-guna oleh salah satu teman atau keluarga.

Namun demikian pada akhirnya pembaca angka (penerawang) juga memberi masukan kepada peserta agar selalu melakukan kebaikan-kebaikan sebagai solusi menuju kehidupan yang lebih baik.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved