Selebrita
Film Si Doel Tayang di Bioskop, Ternyata Bukan Rano Karno yang Menciptakan Tokoh Doel
Diketahui sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' disutradarai oleh Rano Karno, ternyata pencipta tokoh Si Doel adalah seorang sastrawan ini awal mulanya
Penulis: Sarah Elnyora Rumaropen | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Film Si Doel Anak Betawi kembali mencuat setelah munculnya film Si Doel The Movie yang tayang di bioskop pada 2 Agustus 2018.
Sebelumnya Sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' memang sempat populer di era 90'an.
Sinetron yang tayang pertama kali di stasiun TV RCTI ini sempat menjadi idola masyarakat Indonesia.
Disutradarai oleh Rano Karno sebagai Doel, sinetron ini berkisah mengenai kehidupan Doel dan keluarganya.
Tak cuma itu, yang menjadi ciri khas sinetron ini adalah unsur budaya Betawi tradisional yang dikemas dalam kehidupan si Doel dan keluarganya.
Baca: Putri Marino Ulang Tahun saat LDR dengan Suami, Chicco Jerikho Beri Kado Jarak Jauh yang Romantis
Baca: Tas Mungil Melingkar di Pinggang Ussy Sulistyawati, Sepele Tapi Harganya Bikin Kantong Kempes
'Si Doel Anak Sekolahan' menceritakan bagaimana kehidupan keluarga betawi yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional meskipun hidup di tengah-tengah arus perkotaan dan modernisasi.
Meski diperankan dan disutradarai oleh Rano Karno ternyata pencipta karakter Si Doel bukanlah Rano Karno melainkan seorang bernama Aman Datuk Madjoindo.
Dilansir dari Grid.ID, Aman Datuk Madjoindo lahir pada 5 Maret 1896 di Supayang, Payung Sekaki, Solok, Sumatera Barat.
Aman Datuk ialah salah satu sastrawan yang melahirkan novel populer sebelum bangsa ini merdeka, yakni 'Si Doel Anak Betawi.'
Aman juga dikenal sebagai penulis angkatan Pujangga Baru.
Baca: Arsy Hermansyah Jadi Guru Dadakan di Rumahnya, Mulai beri Nasihat sampai Kasih Hukuman Unik
Baca: White Shoes & The Couples Company Manjakan Khalayak Umum di Stasiun Malang dengan 5 Lagu
Baca: Via Vallen Tampil dengan 5 Busana Unik Mulai Gambar Bola sampai MU, Gayanya Nyentrik Abis
Sedari kecil Aman sudah mengenyam pendidikan di Kewwkschool (Sekolah Raja) di Bukittinggi.
Pendidikan Aman kemudian dilanjutkan di Hollands Inlandsche School (HIS) di Solok, Sumatera Barat.
Aman memang bercita-cita menjadi seorang pengarang.
Akan tetapi cita-citanya ini tertunda saat dirinya sempat memutuskan menjadi guru di Padang.
Tahun 1920 Aman pindah ke Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/si-doel-anak-betawi_20180804_230307.jpg)