Kediri

Pria Kediri Ini Makin Lihai Bikin Dokumen Palsu Setelah Keluar dari Penjara

Pria ini yang jadi otak peredaran dokumen kependudukan palsu di Kediri. Ternyata, belajar di penjara.

Pria Kediri Ini Makin Lihai Bikin Dokumen Palsu Setelah Keluar dari Penjara
SURYAMALANG.COM/Fatkhul Alami
Agung Wiyono saat digelandang anggota Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (9/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Agung Wiyono (37) baru keluar penjara pada 2016.

Kini warga Plosokidul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri ini harus berurusan dengan polisi lagi.

Kali ini Agung diduga membuka jasa pembuatan KTP,  Kartu Keluaraga (KK), SIM, STNK, Ijazah, akte kelahiran dan surat cerai palsu.

( Baca juga : Berpose Bersama Maia Estianty, Rossa Malah Dibuat Kesal, Ternyata ini Penyebabnya )

Agung sudah menekuni bisnis ilegal ini sejak setahun terakhir.

“Pelanggan tidak hanya warga Kediri. Ada yang dari Nganjuk, Jombang, dan Surabaya,” kata Agung kepada SURYAMALANG.COM di Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (9/8/2018).

Agung mampu melayani 150 pembuatan KTP, SIM, STNK, KK atau dokumen identitas palsu dalam sebulan.

( Baca juga : Sule Beri Jawaban Gugatan Cerai, Ini Sikap Lina yang Tak Permasalahkan Harta Gono Gini )

Rata-rata Agung mematok tarif Rp 500000 untuk KTP, KK dan dokumen palsu lain.

Jika pemesan ingin satu paket (KTP, KK, dsn akte kelahiran), biayanya sebesar Rp 1,5 juta.

Dalam menjalankan aksinya, Agung hanya bermodal satu komputer, mesin print, mesin scanner, kertas, tinta, dan kartu bekas KTP, SIM dan STNK.

( Baca juga : Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018, Siaran Langsung SCTV )

“Awalnya saya belajar sendiri. Kemudian saya belajar ke teman saat di Lapas Madiun,” ucap Agung.

Halaman
12
Penulis: fatkhulalami
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved