Blitar

Warga Blitar Gelar Festival 1.000 Lengkong untuk Mengangkat Tradisi Leluhur

Lengkong merupakan wadah makanan tradisional berbahan kulit batang pohon pisang. Kulit batang pohon pisang dirangkai menggunakan bambu.

Warga Blitar Gelar Festival 1.000 Lengkong untuk Mengangkat Tradisi Leluhur
samsul hadi
Sejumlah warga duduk menghadap lengkong saat acara Festival 1.000 Lengkong di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Kamis (9/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR  - Warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, menggelar Festival 1.000 Lengkong, Kamis (9/8/2018). Kegiatan ini baru kali pertama dilakukan untuk acara bersih desa dan menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

Sebanyak 1.000 lengkong lengkap berisi nasi dan lauk pauk terlihat ditata memanjang di jalan depan Makam Aryo Blitar. Sejumlah warga, laki-laki, perempuan dan anak-anak duduk lesehan di atas karpet menghadap ke lengkong. Mereka bersiap-siap mengikuti acara Festival 1.000 Lengkong.

Lengkong merupakan wadah makanan tradisional berbahan kulit batang pohon pisang. Kulit batang pohon pisang dirangkai menggunakan bambu membentuk persegi.

Biasanya, tempat makanan ini dipakai untuk acara selamatan di masyarakat. Sedangkan isi makanannya mirip dengan tumpeng. Nasi, ayam, telur, sambal goreng, dan mie.

Plt Lurah Blitar, Titik Kristina mengatakan lengkong sudah menjadi tradisi tiap ada hajatan di masyarakat Blitar. Tetapi, saat ini, keberadaan lengkong lambat lain mulai hilang di masyarakat. Sekarang, masyarakat banyak yang memilih cara instan saat menggelat hajatan.

Untuk itu, lewat festival ini, dia ingin mengangkat kembali budaya lengkong di masyarakat. Harapannya, lengkong bisa menjadi ikon di Kota Blitar. "Lengkong ini merupakan budaya warisan leluhur. Tapi sekarang sudah mulai hilang," kata Titik.

Menurutnya, lengkong juga memiliki filosofi yang dalam. Lengkong merupakan simbol kebersamaan dan persatuan.

Makan menggunakan lengkong biasanya secara bersama-sama. Mereka makan nasi dan lauk yang sama dalam satu wadah. Kondisi itu sebagai wujud kerukunan dan kebersamaan.

"Nikmatnya di situ, makan bersama-sama dalam satu tempat, tanpa piring, tanpa sendok. Hal itu akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Rencananya festival lengkong akan rutin kami selenggarakan tiap tahun," ujarnya.

Salah satu warga, Imam Muhaimin, mengatakan lengkong memang sudah menjadi tradisi di Kelurahan Blitar. Setiap ada hajatan, warga selalu membuat lengkong sebagai wadah makanan. Menurutnya, warga juga sangat antusias mengikuti festival lengkong.

Warga membuat lengkong dengan cara sendiri maupun kelompok tiap RT. Sebagian warga juga ada yang patungan untuk membuat lengkong lengkap dengan makanannya. "Festival Lengkong ini bisa semakin mengeratkan rasa kebersamaan masyarakat Kelurahan Blitar," katanya. 

Tags
Blitar
Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help