Sidoarjo

BREAKING NEWS - Wali Kota Malang Nonaktif, M Anton Divonis 2 Tahun Penjara

Wali Kota Malang nonaktif, M Anton divonis hukuman dua tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya hari ini.

BREAKING NEWS - Wali Kota Malang Nonaktif, M Anton Divonis 2 Tahun Penjara
SURYAMALANG.COM/M Taufik
Wali Kota Malang nonaktif M Anton usia sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Sidoarjo, Jumat (10/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Wali Kota Malang nonaktif, M Anton divonis hukuman dua tahun penjara, dan denda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Putusan itu dibacakan ketua Majelis Hakim Unggul dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Sidoarjo pada Jumat (10/8/2018).

Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih terhadap Anton selama dua tahun.

( Baca juga : Jokowi Pilih Maruf Amin, Koalisi Partai Tak Ingin Mahfud MD Jadi Capres pada 2024 )

“Terhitung setelah yang bersangkutan menjalani masa hukuman,” kata Unggul saat membaca amar putusannya.

Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Dalam sidang sebelumnya, M Anton dituntut hukuman penjara selama tiga tahun, dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK.

( Baca juga : Warna-warni Aremania Sambut 31 Tahun Arema FC )

Dalam tuntutannya, jaksa juga minta majelis hakim mencabut hak dipilih terdakwa Anton selama empat tahun terhitung setelah dia menjalani masa hukumannya.

M Anton digelandang KPK berdasar pengembangan perkara dugaan suap pembahasan APBD perubahan Pemkot Malang tahun anggaran 2015.

Oleh KPK, Anton dianggap bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

( Baca juga : El Rumi Anak Maia Estianty Unggah Foto Masa Kecil Bareng Al & Dul, Tulis 10 Kata di Akhiri Kwek-kwek )

Dia diduga memberi hadiah atau janji kepada belasan anggota DPRD untuk pembahasan dan pengesahan APBD-P Pemkot Malang tersebut.

Penulis: M Taufik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help