Malang Raya

Plt Wali Kota Malang: Pajak itu Bukan hanya Kewajiban tapi juga Kebutuhan

Pajak itu bukan hanya kewajiban tetapi juga kebutuhan, karena akan kembali menjadi milik masyarakat.

Plt Wali Kota Malang: Pajak itu Bukan hanya Kewajiban tapi juga Kebutuhan
hayu yudha prabowo
SIMAK ACARA - Pengusaha menyimak paparan dalam pembukaan sosialisasi pajak daerah di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (10/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Plt Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, sosialisasi pajak daerah harus ditekankan pada filosofi pajak. Sebab penekanan terhadap filosofi itu bisa membuka cara berpikir seseorang mengenai pajak.

"Filosofi pajak ini harus ditekankan, pajak itu menjadi keharusan bersama dan itu harus menjadi pola pikir. Bahwa pajak itu bukan hanya kewajiban tetapi juga kebutuhan, karena akan kembali menjadi milik masyarakat," ujar Sutiaji saat membuka Sosialisasi Pajak Daerah tentang Pajak Hotel di Balai Kota Malang, Jumat (10/8/2018).

Sutiaji mengapresiasi sosialisasi tersebut. Namun ia menegaskan sosialisasi tidak hanya sekadar kegiatan sosialiasi namun penekanan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pajak bagi masyarakat.

"Juga harus ada kesadara bersama jika pajak ini nanti kembali ke masyarakat. Tidak hanya itu, wajib pajak seperti pengelola hotel itu juga harus sadar kalau mengutip atau mengumpulkan pajak dari masyarakat yang menginap di hotel, kemudian disalurkan ke BPBD, yang kemudian itu dipakai untuk membangun Bhumi Arema tercinta. Dikembalikan ke masyarakat yang membutuhkan," tegas Sutiaji.

Karenanya, dia menyilahkan kepada WP untuk mengawasi pengelolaan pajak daerah tersebut. Melalui e-tax, lanjutnya, sejumlah pihak bisa mengontrol, baik masyarakat maupun pejabat.

"Khusus untuk perhotelan, yang juga menjadi WP pajak hotel, jangan lagi mengeluh hotel sepi. Menjadi tugas pemerintah untuk mendatangkan tamu antara lain dengan menggelar event supaya okupansi hotel tidak sepi di hari kerja dan hanya ramai di weekend saja," lanjutnya.

Pemkot Malang, kata Sutiaji, bakal bekerjasama dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang untuk membicarakan kebijakan perekonomian dan pembangunan Malang Raya, termasuk di dalamnya tentang pariwisata. Tumbuhnya sektor pariwisata di Malang Raya, kata SUtiaji, akan berdampak kepada tingkat okupansi hotel dan penginapan di Kota Malang. Pemkot Malang juga berjanji kegiatan yang melibatkan instansi sehingga bisa memenuhi okupansi hotel di hari aktif.

Dalam kesempatan itu Sutiaji juga menegaskan supaya BP2D mengoptimalkan pendapatan pajak daerah. "Potensi pendapatan pajak daerah Kota Malang ini tinggi, bahkan bisa lebih besar dari target. Menurut saya bisa sampai Rp 700 miliar," tegas Sutiaji.

Tags
Malang
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help