Universitas Muhammadiyah Malang

UMM Siapkan 50 Asesor untuk Lembaga Sertifikasi Profesi

"Kami sudah melatih 50 asesor yang akan menguji tiap-tiap prodi," jelas Prof Dr Syamsul Arifin MSi, Wakil Rektor UMM.

UMM Siapkan 50 Asesor untuk Lembaga Sertifikasi Profesi
Google
Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 

SURYAMALANG.COM, DAU - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendekatkan kurikulumnya pada kebutuhan dunia kerja. Karena itu mahasiswa dikuatkan kompetensinya. Untuk mengujinya, maka dilewatkan lembaga baru LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi).

"Kami sudah melatih 50 asesor yang akan menguji tiap-tiap prodi," jelas Prof Dr Syamsul Arifin MSi, Wakil Rektor UMM kepada Suryamalang.com, beberapa waktu lalu. Karena itu, tiap prodi harus mengembangkan kompetensi mahasiswanya.

Namun ada juga skema jika mahasiswa memiliki kemampuan di luar di bidang generiknya. Misalkan mahasiswa Bahasa Inggris selain pandai berbahasa Inggris, tapi punya kompetensi lain. Rencana ini akan diberlakukan tahun ini.

Selain itu juga mengembangkan e learning dengan beberapa platform memghadapi mahasiswa generasi milenial. Sehingga pembelajaran tidak terbatas pada kelas. "Jadi nanti ada resource yang disimpan di big data," katanya. Mungkin suatu hari nanti bisa paperless.

Kata dia, ini menghadapi revolusi industri 4.0 dimana mentrasformasi beberapa aspek di bidang akademik.

Sementara itu Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Masykuri MSi dalam kurikulum Unisma tak hanya menekankan pada kemampuan akademik juga pada pengembangan kewirausahaan mahasiswanya.

Harapannya mahasiswa setelah lulus bisa wirausaha. Tak hanya mengandalkan dengan mencari lapangan kerja. Beberapa contoh wirausaha sukses didatangkan untuk memberi motivasi usaha ke mahasiswanya. Misalkan dari alumnus.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help