Malang Raya

ASN Kota Malang Berikan Contoh Pendidikan Karakter Bangsa Lewat Lomba PBB

Saat ini kan kecintaan terhadap tanah air, patriotisme, juga pendidikan karakter bangsa, pelan-pelan punah. Karenanya, kami memakai instrumen ini

ASN Kota Malang Berikan Contoh Pendidikan Karakter Bangsa Lewat Lomba PBB
sri wahyunik
Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar di halaman Balai Kota Malang, Selasa (14/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ingin memberikan contoh pendidikan karakter bangsa dan patriotisme. Salah satunya melalui lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar di halaman Balai Kota Malang, Selasa (14/8/2018).

Plt Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan lomba PBB itu memang untuk memeriahkan HUT RI ke-73. Tetapi selain itu, lomba itu untuk menunjukkan pendidikan karakter bangsa serta patriotisme. Karenanya, lomba serupa juga diinstruksikan diikuti oleh pelajar SD dan SMP di Kota Malang.

"Saat ini kan kecintaan terhadap tanah air, patriotisme, juga pendidikan karakter bangsa, pelan-pelan punah. Karenanya, kami memakai instrumen ini untuk mengenalkan kembali perjuangan bangsa, menguatkan pendidikan karakter bangsa, juga rasa patriotisme. Salah satunya dengan lomba PBB. Melalui PBB, kita diajari sebuah kekompakan juga patuh kepada instruksi," kata Sutiaji.

Pemkot Malang menginstruksikan lomba PBB diikuti oleh pelajar SD dan SMP. Dan tidak hanya sekadar memberikan instruksi, ASN Pemkot Malang juga ingin menunjukkan contoh. Sehingga mereka juga menggelar lomba serupa.

Bahkan Plt Wali Kota Malang Sutiaji secara langsung menjadi Komandan Pleton (Danton) untuk tim Sekretariat Pemkot Malang. Pletonnya beranggotakan Seketaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, sejumlah kepala bagian, dan asisten di lingkungan kerja Balai Kota Malang.

"Tentunya kami harus memberi contoh kepada pelajar dan masyarakat. Selain menunmbukan karakter bangsa dan patriotisme, kegiatan ini juga untuk mengembalikan ghirah Agustusan di tahun 80an. Tahun segitu, tiap Agustusan itu selalu ramai dengan aneka lomba, termasuk lomba baris berbaris," tegasnya.

Karenanya, kemeriahan perayaan Agustusan - sebutan umum untuk peringatan HUT RI - ingin dikembalikan oleh Pemkot Malang, salah satunya berawal dari Balai Kota Malang.

Selama dua hari, Senin (13/8/2018) dan Selasa( 14/8/2018) Pemkot Malang menggelar aneka lomba. Senin (13/8/2018), Pemkot Malang menggelar aneka lomba tradisional seperti lomba balap karung dan bakiak raksasa. Lomba itu diikuti oleh ASN Pemkot Malang.

Tak pelak aneka lomba itu berlangsung secara meriah dan diwarnai kehebohan serta tawa. ASN aneka usia berlomba di dua kejuaraan itu.

Kemeriahaan kembali terulang di lomba PBB, Selasa (14/8/2018). Sebanyak 36 regu mengikuti lomba PBB. Mereka berasal dari OPD Pemkot Malang, juga kecamatan di Kota Malang.

Keseruan yang kemudian memantik tawa timbul saat ada kekeliruan gerakan di sejumlah kelompok itu. Seperti, ketika Danton menginstruksikan hadap kanan, namun ada satu pasukan yang hadap kiri. Atau diminta berbalik, namun malah dia menghadap ke samping.

Kelucuan terlihat di pasukan Kecamatan Blimbing yang dipimpin Sang Camat, Muarib. Muarib beberapa kali lupa memberikan instruksi kepada pasukannya. Seperti ketika, usai menginstruksikan pasukannya lencang kanan, dia lupa melanjutkan instruksi sigap, namun sudah disuruh menghormat kepada dewan juri. Walhasil, dewan juri memberikan kode supaya Muarib menyuruh pasukannya bersikap tegap dari sikap lencang kanan, sebelum menghormat. Tak pelak, kekeliruan itu memantik tawa penonton.

Sementara, Dinas Sosial memakai kostum bernuansa tradisional. Pasukan Dinsos yang dipimpin oleh Kepala Dinsos Sri Wahyuningtyas itu memakai kostum kebaya putih (bagi pasukan perempuan) dan kemeja putih (bagi laki-laki) dengan ornamen batik melilit celana hitam. Beberapa orang pasukan perempuan terlihat memakai sepatu berhak tinggi.

Sementara itu, pasukan Sekretariat DPRD Kota Malang juga tampil tak kalah heboh. Pasukan yang dipimpin Sekwan Bambang Suharijadi ini memakai kostum olahraga, tetapi dengan mahkota nuansa Kalimantan. Di akhir peragaan lomba, mereka menyebarkan potongan kertas warna-warni sambil bergoyang.

Tags
Malang
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved