Surabaya

Catatan Kelam Prabowo dan Jokowi di Mata Suciwati, Istri Pejuang HAM Munir

SUCIWATI: Jokowi memang jelas nggak pernah melakukan pelanggaran HAM. Tapi dia mengangkat para penjahat HAM, memberikan impunitas. Jadi omong kosong.

Catatan Kelam Prabowo dan Jokowi di Mata Suciwati, Istri Pejuang HAM Munir
fatimatuz zahroh
Suciwati, istri almarhum pejuang HAM Munir bin Said Thalib, saat berkunjung ke rumah Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (14/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Suciwati, istri pejuang HAM, Munir Said Thalib, memiliki catatan kelam perihal dua bakal calon presiden: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Kalau di Facebookku, aku menuliskan coblos semua, pilih semua," kata Suciwati kepada wartawan usai bertemu Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Selasa (14/8/2018).

Menurutnya, dengan mencoblos dua-duanya, maka suara penyalur hak pilih menjadi tidak sah. Ia mengaku ingin melakukan itu secara sengaja.

"Karena nanti akan dihitung kan kalau saya memilih semua berarti tidak dianggap sah. Menurut saya sistemnya harus diganti, harus ada rekam jejak dan harus ada syarat bahwa pelanggar HAM ndak boleh nyalon," kata Suciwati.

Suciwati ke rumah Khofifah untuk membicarakan tentang Museum HAM Omah Munir di Kota Batu.  

Bagi Suciwati, Prabowo jelas memiliki catatan pelanggaran HAM lantaran terlibat penculikan para aktivis periode 1997-1998. 

"Prabowo ya jelas pelanggar HAM. Sebetulnya dari dulu kalau sampeyan pernah lihat wawancaranya almarhum (Munir) sama Fadli Zon, ya di situ kan dia pernah dipakai sama timnya Prabowo, diviralkan bahwa si Prabowo dibilang tak bersalah oleh almarhum Munir," ucap Suciwati.

"Dalam wawancara itu, jelas dia (Munir) ngomong bahwa Prabowo harus dibawa ke pengadilan dan para korbannya kan banyak masih hidup. Itu terkait kasus penculikan 1997-1998," ucapnya.

Sedikit berbeda dengan Prabowo, Suciwati menilai Jokowi memang tidak memiliki rekam jejak dalam pelanggaran HAM.

Namun Suciwati menilai Jokowi memiliki citra buruk lantaran memberikan impunitas pada pelanggar HAM.

"Kalau kita ngomong Jokowi memang jelas nggak pernah melakukan pelanggaran HAM. Tapi dia mengangkat para penjahat HAM, memberikan impunitas. Jadi omong kosong dia ngomong hak asasi kemudian mengingkari," ucapnya.

Menurutnya, ada perbedaan antara ucapan dan tindakan yang dilakukan Jokowi selama menjabat.

"Dan itu menyakiti semua. Kasus-kasus yang namanya hak asasi selalu dijadikan komoditi politik untuk naik jabatan," pungkas Suciwati.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved