Surabaya

Usai Penggeledahan, Polisi Surabaya Seret 25 Penghuni Wisma Mahasiswa ke Markas

KISRUH DI WISMA MAHASISWA PAPUA. Pasalnya, dari video yang beredar saat terjadi bentrok, terlihat ada penghuni wisma membawa parang.

Usai Penggeledahan, Polisi Surabaya Seret 25 Penghuni Wisma Mahasiswa ke Markas
mohammad romadoni
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi membawa seluruh penghuni Wisma Mahasiswa Papua ke markas Polrestabes Surabaya, Rabu (15/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Puluhan anggota Sabhara Polrestabes Surabaya dilibatkan untuk mengamankan proses penyelidikan terkait kasus penganiyaan di dalam Wisma Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Tambaksari, Surabaya. 

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi menyeret seluruh penghuni Wisma Mahasiswa Papua ke markas Polrestabes Surabaya, Rabu (15/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Total ada 25 orang. 

Kasat Sabhara AKBP Deny Kuncoro Feri Prabowo meminta secara baik-baik kepada seluruh penghuni wisma untuk berkumpul di depan halaman.

Dia memberikan pengarahan dan penjelasan untuk kepentingan penyelidikan semua penghuni wisma dibawa ke Polrestabes Surabaya.

Meski sempat menolak, akhirnya puluhan penghuni wisma bersedia naik truk Sat Sabhara menuju kantor polisi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, mengatakan, lebih dari 25 penghuni wisma mahasiswa Papua yang ikut diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus penganiyaan.

Pasalnya, dari video yang beredar saat terjadi bentrok, terlihat ada penghuni wisma membawa parang.

Selain itu, pengosongan tempat ini untuk mempermudah proses penyidikan olah TKP.

"Telah diatur dalam KUHAP, polisi berhak memanggil atau memeriksa seseorang dan melakukan olah TKP," ucapnya.

Pantauan di lapangan, hingga saat ini puluhan penghuni wisma mahasiswa Papua telah berada di Polrestabes Surabaya.

Mereka akan didata untuk kemudian dimintai keterangan terkait kejadian penganiayaan.

"Kami kumpulkan semuanya untuk mencari pelakunya ini kan ada di dalam rekaman video ciri-ciri pelaku pakai kaus merah dan membawa senjata tajam (parang)," kata Rudi. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help