Surabaya

Supriadi, Anak Bakul Rujak dari Surabaya yang Membanggakan Indonesia

SUPRIADI. Pemain Timnas U-16 kelahiran 2002 itu dari keluarga sangat sederhana. Tinggal di gang yang hanya bisa dilalui satu motor.

Supriadi, Anak Bakul Rujak dari Surabaya yang Membanggakan Indonesia
nuraini faiq
Supriadi, pemain Timnas U-16 kelahiran 28 Mei 2002 itu dibesarkan di tengah keluarga sangat sederhana. Tinggal di sebuah gang setapak yang hanya bisa dilalui satu motor. Keluarga Supri tinggal di Gang Buntu Gang Sekolahan, Kampung Kedungasem, Kelurahan Kedungbaruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Dia mendiami rumah berukuran sekitar 4 x 8 meter di gang buntu. 

SURYAMALANG.COM,  SURABAYA - Supriadi di mata Wali Kota Surabaya Tri Rismharini adalah sosok istimewa sehingga layak mendapat penghargaan saat upacara kemerdekaan. Supriadi telah memberi inspirasi bagi anak-anak Surabaya.

Pemain Timnas U-16 kelahiran 28 Mei 2002 itu dibesarkan di tengah keluarga sangat sederhana. Tinggal di sebuah gang setapak yang hanya bisa dilalui satu motor. 

Keluarga Supri tinggal di Gang Buntu Gang Sekolahan, Kampung Kedungasem, Kelurahan Kedungbaruk, Kecamatan Rungkut. Dia mendiami rumah berukuran sekitar 4 x 8 meter di gang buntu.

Setiap hari hanya ibunya, Kalsum, yang bekerja menjual rujak cingur dan tahu lontong.

Ayahnya, Denan, kadang bekerja kadang tidak sebagai tukang batu. Saat SURYAMALANG.COM berkunjung ke rumah Supriadi, persis di mulut gang berdiri rombong bekas. 

Tulisan jual rujak dan lontong menempel di kaca dengan model tulisan apa adanya. Ditulis cat yang tampak tidak rapi. "Namun saat Supri main di Stadion Sidoarjo, ibunya tak jualan sampai sekarang," kata Nurul, tetangga Kalsum.

Gang buntu itu benar-banar hanya bisa dilalui pejalan kaki atau satu pengendara motor. Tampak seorang pria berusia 65 tahun berdiri persis rumah ukuran kecil itu. 

Pria ini tidak lain adalah Denan, ayah Supriadi. "Ya begini keadaan kami. Silakan masuk. Tapi sebaiknya ngobrol di luar saja. Di rumah sempit. Saya sudah bangga lihat Supri banyak tamunya," ucap Denan.

Denan masih ingat bagaimana perjuangan anak keempatnya menjadi seperti saat ini.

Berkali-kali ayahnya itu menolak Supri bermain bola dan ikut turnamen karena tak ada uang. Namun Supri malah menjadi andalan club kampungnya.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help