Akar Historis Waditra Jimbe Versi 'Kendang Sentul'

Demi mendengar sebutan "Jimbe", asosiasi orang tertuju pada Blitar, tepatnya Blitar Raya. Paling tidak ada dua lokasi yang berkenaan dengan "Jimbe".

Akar Historis Waditra Jimbe Versi 'Kendang Sentul' - festival-musik-kendang-djembe-di-kota-blitar_20180828_235031.jpg
Festival musik kendang Djembe di Kota Blitar.
Akar Historis Waditra Jimbe Versi 'Kendang Sentul' - festival-musik-kendang-djembe-di-kota-blitar_20180828_235159.jpg
Festival musik kendang Djembe di Kota Blitar.
Akar Historis Waditra Jimbe Versi 'Kendang Sentul' - festival-musik-kendang-djembe-di-kota-blitarpermainan-musik-kendang-djembe-di-kota-blitar_20180828_235312.jpg
Permainan musik kendang Djembe di Kota Blitar.

Oleh: M. Dwi Cahyono

A. Dari "Setan Jimbe" sampai "Kendang Jimbe"

Demi mendengar sebutan "Jimbe", asosiasi orang tertuju pada Blitar, tepatnya Blitar Raya. Paling tidak ada dua lokasi yang berkenaan dengan "Jimbe".

Pertama, Desa Jimbe di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Pada desa ini mengalir sebuah sungai yang bermuara ke Bhangawan Brantas, yakni Kali Jimbe. Di tepi aliran dan dekat muara Kali Jimbe terdapat peninggalan arkeologis yang oleh warga setempat dari wargai daerah lain dinamai "Punden Jimbe".

Dahulu di Punden Jimbe terdapat sebuah arca Ganesha besar yang amat artistik, dalam fungsi khusus sebagai "vigneswara (peniada bahaya gaib)", yakni untuk menetralisir bahaya berupa pusaran air (ulekan) di muara Kali Jimbe.

Arca Ganesha ini oleh karenanya konon mendapat sebutan "Ganesha Jimbe".

Beberapa puluh tahun yang lalu Ganesha Jimbe sempat hilang. Setelah berhasil diketemukan tidak ditempatkan kembali di Punden Jimbe, melainkan dialihtempatkan ke Desa Boro, sehingga semenjak itu hingga kini sebutannya menjadi "Ganesha Boro".

Punden Jimbe maupun muara Kali Jimbe dikenal sebagai tempat yang wingit (angker). Terkait itu, muncul mitos tentang setan jail yang dinamai "setan Jimbe".

Selain itu, Punden Jimbe dikenal sebagai tempat untuk "nyotrekke" keris khusus, yakni keris "omyang", yang karenanya terdapat sebutan "keris Omyang Jimbe".

Dalam bidang seni pertunjukan, Desa Jimbe pernah populer sebagai pusat latih tari "tledek". Lantaran banyak warga Jimbe yang berprofesi sebagai penari tledek atau waranggono, maka konon Desa Jimbe dikenal sebagai "Desa Tledek" di daerah Blitar.

Halaman
1234
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved