Travelling

Kaktus Si Koboi dari Texas Menjalar di Kota Batu, Jadi Buruan Pecinta Dekorasi

Kaktus Si Koboi dari Texas Menjalar di Kota Batu, Jadi Buruan Pecinta Dekorasi. Dwi Lily Indayani

Kaktus Si Koboi dari Texas Menjalar di Kota Batu, Jadi Buruan Pecinta Dekorasi
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Dwi Lily Indayani (32) menunjukkan Kaktus Koboi alias Cereus Peruvianus dari Texas di kediamannya, Kota Batu, Selasa (28/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pecinta dekorasi tanaman di rumah pasti sudah tidak asing lagi dengan segala jenis tanaman. Seperti halnya tanaman Kaktus Koboi dari Texas ini.

Dwi Lily Indayani (32) mengembangkan tanaman yang hidup di hawa kering ini sejak 2016 lalu. Di kediamannya di Kelurahan Temas, Kota Batu, ia terlihat sedang memotong Batang dari Kaktus Koboi yang memiliki nama latin Cereus Peruvianus ini, Selasa (28/8/2018).

Kaktus itu ia taruh dalam pot yang sudah berisi pupuk. Ada sekitar 7 pot yang sudah ditanami kaktus koboi ini.

Masing-masing berukuran 50 Cm hingga 100 Cm. Tapi ada satu tanaman yang berukuran hingga 7 meter, tanaman itulah yang pertama kali ia tanam di tempatnya.

"Tanaman kaktus koboi ini kan dia bercabang, sehingga ketika dipotong, bisa tumbuh. Dan perawatannya juga tidak sulit, bahkan tanaman ini tidak membutuhkan banyak air," kata Lily saat ditemui di lokasi ia membudidayakan tanaman.

Kaktus koboi ini cocok untuk ditaruh di hawa yang kering. Bahkan saat kemarau paling cocok untuk mulai menanam kaktus koboi. Karena masa tanam kaktus koboi ini hingga bisa menghasilkan tunas baru membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.

"Kalau musim kemarau bisa lebih cepat, karena akan lebih mudah terangsang tumbuh pas lagi musim kemarau. Kalau menyiram air cukup seminggu sekali saja, jika terlalu banyak akan cepat busuk. Pada dasarnya kan ini tanaman gurun," ungkap ibu anak satu ini.

Harganya tanaman ini juga tidak main-main. Mulai paling rendah Rp 100 ribu hingga paling mahal Rp 15 juta. Mahalnya tanaman ini karena jarang dibudidayakan di Indonesia, padahal perawatannya cukup mudah dan tidak membutuhkan banyak air.

Bahkan lebih bagus lagi menggunakan pasir. Tetapi tidak asal pasir, yang lebih bagus menggunakan pasir pantai. Kaktus koboi ini sudah dikirim ke seluruh wilayah di Indonesia. Seperti Kalimantan, Makassar, dan lainnya.

Lily membeberkan sedikit bagaimana caranya menanam kaktus koboi ini.

"Tanaman ini pakai teknik stek. Setelah itu cukup ditaruh diatas tanah atau pasir. Setelah di stek, bisa dikeringkan terlebih dahulu batang yang dipotong. Cukup angin-anginkan saja," paparnya.

Tujuan dikeringkan ini agar tidak busuk, karena setelah dipotong masih meninggalkan kadar air pada kaktus. Untuk yang dekorasi rumah cukup kaktus yang berukuran kecil. Karena lebih praktis dan tidak memakan ruang yang banyak. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved