Puasa Sunnah Tasu'a dan 'Asyura Baik Dikerjakan di Bulan Muharram, Apakah itu?

Bacaan niat puasa sunnah Tasu'a dan 'Asyura bulan Muharram. Amalan yang baik dikerjakan di awal bulan Hijriyah

Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Masjid Agung Jami Kota Malang saat matahari terbenam dengan latar depan Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Selasa (2/5/2018). 

SURYAMALANG.COM - Dalam hitungan jam, kalender Hijriyah akan berganti ke angka 1440 yang menandakan tahun baru Islam tiba.

Tahun baru ini selalu diawali dengan Muharram yang kebaikan bagi umat Islam.

Dua di antaranya adalah puasa sunah Asyura, puasa sunah Tasu'a.

Selain Ramadan, puasa yang paling utama adalah saat bulan Muharam. Ini sesuai dengan hadits berikut:

Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu).

Melansir laman Nahdlatul Ulamaberikut penjelasan kedua puasa tersebut:

1. Puasa Sunah Tasu'a

Tasu’a diambil dari kata bahasa Arab tis’a yang berarti sembilan.

Sesuai artinya, puasa ini dikerjakan di tanggal 9 Muharram pada kalender Hijriyah.

وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan.” (HR. Muslim).

Namun belum sampai di bulan Muharram tahun berikutnya, ternyata Rasulullah sudah meninggal dunia.

Adapun niat puasa sunah Tasu'a sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى

Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved