Travelling

Diklaim yang Pertama di Indonesia, Museum Reenactor Hadir di Kota Malang

Yaitu sebuah Museum Reenactor yang berada di Kelurahan Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang

Diklaim yang Pertama di Indonesia, Museum Reenactor Hadir di Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Mohammad Fariz saat berada di dalam Museum Reenactor Malang di Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (11/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Tujuan wisata baru hadir di Kota Malang. Yaitu sebuah Museum Reenactor yang berada di Kelurahan Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang. Museum itu diklaim menjadi museum reenactor pertama di Indonesia.

Museum itu dibangun dengan bergaya kolonial di dekat sebuah kuburan di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Bangunannya berukuran 8x10 meter persegi. Di depan bangunan  berkibar bendera Merah Putih.

Bangunan itu berbeda dengan bentuk rumah lainnya yang berada di sekitar. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang datang berkunjung ke sana.

Kata reenactor sendiri mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Reenactor adalah sebutan kepada orang-orang yang menyukai kegiatan reka ulang sejarah. Kegiatan yang mereka lakukan biasanya berupa teatrikal reka ulang sejarah yang tertulis secara otentik dalam catatan sejarah.

Seorang pengelola museum yang juga anggota Komunitas Reenactor Malang, Mohammad Fariz (43) menjelaskan, Komunitas Reenactor Malang adalah suatu komunitas yang bergerak mengulas sejarah perjuangan. Khususnya perjuangan pahlawan untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komunitas ini banyak berbagi informasi terkait cerita sejarah perjuangan di Kota Malang sendiri. Pasalnya, banyak warga Kota Malang yang ternyata tidak mengenal sejarah Kota Malang. Berawal dari komunitas yang didirikan pada 2007 ini,  digagaslah Museum Reenactor Malang pertama di Indonesia.

Padahal saat itu cerita awalnya adalah sebagai ajang lomba kampung tematik di Kota Malang. Namun gagasan museum itu menjadi nyata, bahkan museum itu beridiri di atas lahan Pemkot Malang. Pemkot Malang membangun museum itu pada 2017 akhir dan rampung dibangung pada Januari 2018.

“Kami awalnya terbentuk dari sama-sama suka belajar sejarah. Kedua, karena prihatin sejarah semakin lama semakin banyak yang tidak tahu,” kata Farid, sapaan akrab Mohammad Fariz.

Farid dan kawan-kawannya memiliki tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Malang agar bisa mengenal sejarah kotanya sendiri. Ia mengatakan, sebetulnya banyak terjadi peristiwa heroik di Kota Malang. Termasuk di Sumbersari, tempat berdirinya museum.

“Namun banyak yang tidak tahu. Itu seperti untold story. Seperti yang terjadi di Mergosono itu,” kata Farid.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved