Surabaya

Begini Rekomendasi Bawaslu Jawa Timur Atas Temuan Ratusan Ribu DPT Ganda

DPT ganda ditemukan paling banyak di Kabupaten Malang (151.028 pemilih), Lumajang (60.365 pemilih), Sidoarjo (23.015 pemilih) disusul daerah lain.

Begini Rekomendasi Bawaslu Jawa Timur Atas Temuan Ratusan Ribu DPT Ganda
Tribun Batam
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur menemukan ratusan ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda di Jawa Timur.

Hasil analisa Bawaslu Provinsi Jawa Timur mengidentifikasi data ada 300.297 Pemilih ganda atau sekitar 0.98 persen dari 30.554.761 pemilih di Provinsi Jawa Timur.

Data Pemilih ganda ditemukan paling banyak di Kabupaten Malang (151.028 pemilih), Lumajang (60.365 pemilih), Sidoarjo (23.015 pemilih), dengan disusul beberapa daerah lainnya.

Selain itu, Bawaslu Jatim juga menemukan nama yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih sebanyak 5.287 pemilih dan data pemilih (NIK) invalid sebanyak 67.147 pemilih.

Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi menjelaskan, analisa data Pemilih ganda yang dilakukan Bawaslu Provinsi menggunakan aplikasi mysql. Sementara Bawaslu ditingkat Kabupaten/Kota menggunkan aplikasi verifikasi dan analisa data (V-tal).

Software tersebut mendeteksi kegandaan baik NIK, nama, beserta tanggal lahir. "Softcopy yang diberikan oleh KPU berupa by name, by address dicermati oleh kawan-kawan Bawaslu di tingkat kabupaten maupun kota di Jawa Timur," kata Aang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/9/2018).

Aang menyebutkan, dari DPT ganda yang diterima oleh Bawaslu Jatim tersebut, belum seluruh kabupaten kota memberikan laporan. "Artinya masih ada potensi DPT ganda tersebut bisa bertambah," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim tersebut.

Dengan adanya temuan tersebut, Bawaslu Jatim menyoroti adanya sistem informasi data pemilih (Sidalih) yang dimiliki oleh KPU kurang maksimal untuk mendeteksi potensi kegandaan data. Sidalih berfungsi membantu penyusunan dan pemutakhiran data pemilih berbasis online.

Sidalih pada dasarnya juga dapat digunakan untuk mendeteksi data ganda dan sebagai perekam data pemilih dalam kesinambungan pemilu ke pemilu selanjutnya. "Melalui basis online, seharusnya kalau sudah terdata di Surabaya kan tidak mungkin terdata di Nganjuk," ucap Aang.

Bawaslu Jatim memberikan rekomendasi agar KPU sebaiknya memberikan verifikasi faktual terhadap beberapa kegandaan tersebut. KPU secepatnya harus memutuskan satu diantara dua nama yang harus dihapus.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved