Malang Raya

Dirjen Kemen PUPR ke Malang, Sebut Siapkan 1000 Mesin Pemilah Sampah Plastik

Nantinya 1000 mesin pemilah sampah plastik itu akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Agar nantinya sampah plastik di Indonesia bisa dimanfaatkan.

Dirjen Kemen PUPR ke Malang, Sebut Siapkan 1000 Mesin Pemilah Sampah Plastik
hayu yudha prabowo
INDONESIA BEBAS SAMPAH - Aktivis Lingkungan, M Bijaksana Junerosano bersama Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga dan peserta dalam pembukaan Jambore Nasional Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Kamis (13/9/2018). Jambore nasional yang diikuti perwakilan dari 34 provinsi ini merupakan momen perumusan rencana aksi bersama untuk percepatan pengelolaan persampahan Indonesia. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebuah langkah inovatif dilakukan oleh Kementrian PUPR untuk mengatasi permasalahan sampah. Saat menghadiri pembukaan Jambore Indonesia Bebas Sampah di Kota Malang, Kamis (13/9/2018), Dirjen Kemen PUPR, Danis H Sumadilaga mengakui saat ini tengah menyiapkan 1000 mesin pemilah sampah plastik.

Danis membeberkan bahwa permasalahan sampah yang saat ini banyak di Indonesia adalah sampah plastik. Ada beberapa klasifikasi untuk sampah plastik yang masih sulit didaur ulang. Salah satunya adalah kresek yang biasa dijadikan wadah belanja.

"Sejauh ini kami dari Kemen PUPR melalui Balitbang PU sudah berhasil mengubah plastik kresek yang sulit didaur ulang tersebut menjadi bahan untuk campuran aspal. Sekarang kami tengah membuat mesin pencacah plastik tersebut," ucapnya, Kamis (13/9/2018).

Untuk itu, nantinya 1000 mesin pemilah sampah plastik itu akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Agar nantinya sampah plastik di Indonesia bisa dimanfaatkan. Sehingga sampah plastik bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Kalau nanti 1000 mesin pencacah plastik ini berhasil maka akan ada ribuan lainya yang dibuat. Ini demi bisa mengurangi isu sampah plastik di Indonesia," tutupnya.

Tags
Malang
Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help