Malang Raya

Sebanyak 59 Juta Usaha Mikro Tidak Naik Kelas

Usaha mikro yang sulit naik diperkirakan karena akses ke perbankan yang membutuhkan banyak persyaratan karena prinsip kehati-hatian

Sebanyak 59 Juta Usaha Mikro Tidak Naik Kelas
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Seminar ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Kamis (13/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 59 juta usaha mikro di Indonesia sulit naik kelas. Hal ini karena penanganannya dari berbagai kementrian. Tercatat ada 17 kementrian membantu usaha mikro lewat berbagai skema program.

"Ada 17 kementrian yang menangani UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Nilainya mungkin sekitar Rp 100 triliun. Namun karena kecil-kecil, jadi tidak nendang," ungkap Andreas Eddy Susetyo, anggota DPR RI komisi XI dalam seminar di aula gedung pascasarjana FEB Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (13/9/2018).

Seminar bertajuk "Peran dan Tata Kelola Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Perkembangan Ekonomi Daerah". Perhatian kementrian pada usaha mikro diapresiasi. Namun jika disatukan, akan lebih terasakan dampaknya. Sebab anggarannya cukip besar.

"Kalau dibuatkan satu program pasti lebih nendang dengan dana sebesar itu. Tapi masalah koordinasi di Indonesia sangat luxury. Sehingga berjalan sendiri-sendiri," ungkap dia. Bahkan Bank Indonesia juga menangani.

Sementara di satu sisi rancangan undang-undang kewirausahaan nasional masih tersendat di pemerintah. Harusnya pada 17 Agustus 2018 sudah jadi. "Tapi bottle necknya di pemerintah," jelas Andreas, anggota dewan dapil Malang Raya dari PDIP ini. Problemnya antara lain mengenai kelembagaannya nanti.

Sedang usaha mikro yang sulit naik diperkirakan karena akses ke perbankan yang membutuhkan banyak persyaratan karena prinsip kehati-hatian.

Ditambahkan Indah Kurnia, anggota DPR RI komisi XI yang juga menangani RUU kewirausahaan nasional menyatakan dengan berwirausaha maka akan merubah mindset dari yang hanya ingin jadi PNS/pegawai, menjadi yang bisa menciptakan lapangan usaha sendiri.

"Sehingga bisa memiliki pegawai sendiri," kata mantan manajer Persebaya ini. Kondisi di Jawa Timur juga sama. 97 persen wirausahanya adalah mikro. "Nampaknya ya karena tak banyak yang akses ke perbankan. Mungkin 10 persen saja yang punya rekening di bank," tambah Setyo Triwahyudi, Dosen FEB UB.

Hal ini karena aturan adminiatrasinya sangat banyak. Sehingga jika ada bantuan modal akan banyak yang tidak terpenuhi.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved