Surabaya

Dua Cewek Muda dari Semarang Melacur ke Surabaya, Tarifnya Rp 1,3 Juta

Anitasari (22), warga Krokosono, Semarang, mengaku menawarkan temannya untuk melayani pria hidung belang lantaran..

Dua Cewek Muda dari Semarang Melacur ke Surabaya, Tarifnya Rp 1,3 Juta
nur ika anisa
PELACUR - Anitasari (22), warga Krokosono, Semarang dan temannya tertangkap melacur di Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Anitasari (22), warga Krokosono, Semarang, mengaku menawarkan temannya untuk melayani pria hidung belang lantaran kisah masa lalunya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, mengatakan, tersangka mengaku pernah menjadi korban perdagangan perempuan di Semarang.

"Sebelumnya dia (tersangka) pernah menjadi korban di Jawa Tengah sehingga inspirasi itu berkembang. Dia mengambil langkah seperti ini," kata AKP Ruth Yeni, Jumat (14/9/2018).

Anitasari, perempuan lulusan SMP di Semarang itu mengaku melakoni bisnis prostitusi online ini selama satu tahun.

Ditambahkan Ruth, tersangka berencana di Surabaya untuk melayani beberapa bookingan layanan seks.

"Tergantung pasar, dia ke sini pasti punya perhitungan biaya dan tempat tinggal hotel di sini," kata Ruth Yeni.

Jauh-jauh datang dari Semarang ke Surabaya, mereka mendatangi sebuah hotel di kawasan Surabaya Selatan hingga kemudian digrebek polisi. Saat penggerebekan, Anitasar dan temannya masih pakai handuk. 

"Kami masih selidiki apakah ada jaringannya, jadi kemarin (13/9/2018) datang langsung ke hotel dan di sana kami grebek," kata Ruth.

Anitasari biasa menawarkan temannya melalui media sosial untuk layanan seksual di Surabaya.

Sekali kencan, tarifnya Rp 1,3 juta. Beda lagi jika layanan hubungan seks dengan tiga orang.

"Tarif Rp 1,3 juta itu dibagi dua," kata AKP Ruth Yeni. 

Perempuan pekerja freelance ini mengaku sudah sekitar satu tahun melakukannya.

"Melalui media sosial kemudian DP ditransfer, pembayaran selanjutnya saat bertemu di Surabaya," kata Ruth Yeni. nur ika anisa

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help