Surabaya

MA Batalkan Permenhub No 108 Tahun 2017, Dishub Jatim Masih Berniat Atur Kuota Taksi Online

Kami akan undang khusus para driver online di Jatim bahwa mereka perlu diatur juga agar tidak bergesekan dengan taksi konvensional

MA Batalkan Permenhub No 108 Tahun 2017, Dishub Jatim Masih Berniat Atur Kuota Taksi Online
SURYAMALANG.COM/Faiq Nuraini
Beberapa sopir taksi online menunjukkan spanduk tuntutan alam aksinya, Senin (29/1/2018) 

Permenhub 108 dibatalkan MA karena pasal utama di dalamnya merugikan driver taksi online. Tiga driver online Surabaya yakni Daniel Lukas Rorong, Herry Wahyu dan Rahmatullah menggugat ke MA. 

Hasilnya menang. Uji materiil pasal Permenhub merugikan Driver. Berikut pasal penting itu: 

1. Soal kewajiban memasang striker.  Aturan ini bukan harus dihilangkan. Identitas perlu ada, tapi belum bisa diterapkan sekarang karena masih rawan terjadi gesekan dengan pelaku transportasi konvensional.

2. Aturan kepemilikan driver online minimal lima kendaraan. Ini menyulitkan karena bisa saja driver itu memakai mobil orangtuanya atau mobil sewaan.

3. Kepemilikan kendaraan dengan STNK sesuai identitas di KTP. Sama seperti pasal sebelumnya, aturan ini memberatkan driver yang mungkin tidak memiliki sendiri kendaraan yang digunakan.

4. Kewajiban driver online memiliki garasi (pool) yang menampung minimal 5 mobil. Ini akan merugikan driver online perorangan yang tidak memiliki mobil sejumlah itu.

5. Kerja sama dengan bengkel. Hal ini juga tidak perlu diatur agar tidak menyulitkan driver.

6. Pasal yang menyebutkan pengusaha transportasi online harus berbadan hukum. Padahal, untuk membuat PT butuh biaya minimal Rp 5 juta. Ini juga merugikan driver.

7. Pasal terkait uji kir juga dibatalkan karena cek mobil selalu rutin. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved