Malang Raya

Peringati Hari Kakatua Indonesia, PROFAUNA Sampaikan Dukungan untuk Peraturan Menteri LHK

Dalam hal ini PROFAUNA memberikan dukunganya terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 20 tahun 2018

Peringati Hari Kakatua Indonesia, PROFAUNA Sampaikan Dukungan untuk Peraturan Menteri LHK
twicsy.com
Kakatua Raja (ilustrasi). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Organisasi perlindungan hutan dan satwa liar PROFAUNA menggelar peringatan Hari Kakatua Indonesia, Jumat (14/9/2018). Dalam peringatan tersebut, PROFAUNA menyoroti terkait masih banyaknya penyelundupan terhadap burung langka tersebut.

Dalam hal ini PROFAUNA memberikan dukunganya terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 20 tahun 2018.

Adapun peraturan Menteri LHK nomor 20 tahun 2018 tersebut menjelaskan terkait perlindungan terhadap satwa liar dan langka. Untuk itu, pihak PROFAUNA sangat mendukung adanya peraturan tersebut. Apalagi sampai saat ini masih cukup banyak perburuan terhadap satwa liar dilindungi untuk diselundupkan ke luar negeri.

Juru Kampanye PROFAUNA Indonesia, Afrizal Abdi, menjelaskan bahwa PROFAUNA menyambut baik adanya peraturan Menteri LHK nomor 20 tahun 2018. Pasalnya kini satwa liar terutama jenis-jenis burung seperti Kakatua Putih kini mendapat kepastian hukum. Sehingga kini untuk penangkapan burung jenis Kakatua Putih dilarang karena saat ini populasinya di alam liar sudah semakin sedikit.

"Saat ini beberapa jenis burung seperti Nuri dan Kakatua Putih memang menjadi objek buruan. Sebagai bukti di pasar-pasar di pulau Jawa masih banyak jenis burung tersebut yang diperjualbelikan," terangnya Jumat (14/9/2018).

Tak hanya itu, Afrizal juga mencontohkan satu kasus pada awal September kemarin kepolisian wilayah Indragiri Hilir berhasil menggagalkan penyelundupan 38 ekor burung Kakatua Putih ke Singapura. Hal itu memperlihatkan bahwa burung-burung jenis tersebut masih menjadi primadona bagi para pemburu. Sehingga diperlukan aturan yang jelas untuk bisa melarang perburuan burung langka tersebut.

"Karena sudaj ada dasar hulumnya maka penangkapan dan perdagangan liar 88 jenis buring Kakatua dan Nuri dilarang. Termasuk juga bagi yang memelihara dirumah tanpa izin juga bisa terkena hukum penjara," imbuhnya.

Sementara itu, terkait adanya wacana revisi terhadap Peraturan Menteri LHK nomor 20 tahun 2018, PROFAUNA mengakui menolak. Pasalnya jika wacana revisi tersebut terjadi maka tiga spesies burung yang masuk dalam daftar dilindungi yakni Jalak Suren, Kucica Hutan dan Cucak Rowo tak lagi masuk spesies yang dilindungi.

"Ini tentu saja menjadi ancaman bagi konservasi satwa. Sebab, jenis burung-burung tersebut adalah yang banyak diminati oleh penghobby burung. Dikhawatirkan hal itu akan mengancam keberadaan spesies burung tersebut di alam liar," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved