Gresik

Sepasang Pria dan Wanita Jadi Kurir 50.000 Butir Pil Koplo, Tertangkap di Gresik

KURIR PIL KOPLO: Heri Suyono (33), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Krian Sidoarjo dan Nurani (31), warga Desa Mojosari Kecamatan Mojokerto.

Sepasang Pria dan Wanita Jadi Kurir 50.000 Butir Pil Koplo, Tertangkap di Gresik
sugiyono
Polres Gresik menangkap Heri Suyono (33), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Krian Sidoarjo dan Nurani (31), warga Desa Mojosari Kecamatan Mojokerto. Keduanya ditangkap saat transaksi pil koplo di wilayah Driyorejo. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Polres Gresik menangkap Heri Suyono (33), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Krian Sidoarjo dan Nurani (31), warga Desa Mojosari Kecamatan Mojokerto. Keduanya ditangkap saat transaksi pil koplo di wilayah Driyorejo.

Terungkapnya kasus tersebut ketika jajaran Polsek Cerme menerima informasi adanya transaksi pil dobel L di wilayah Driyorejo.

Jajaran Polsek Cerme kordinasi dengan jajaran Satnarkoba Polres Gresik dan berhasil menangkapnya di dekat masjid Jl Raya Legundi Kecamatan Driyorejo.

Saat kejadian, Heri dan Nurani naik mobil Honda Jazz merah Nopol W 843 BC. Ditemukan dalam mobil tersebut sebuah kardus berisi 50.000 pil dobel L atau pil koplo yang terbagi menjadi dua bungkus. Satu kresek berisi 17.000 butir dan satu kardus berisi 33.000 butir.

Selanjutnya, kedua tersangka berserta barang bukti dibawa ke Polsek Cerme untuk dimintai keterangan. "Total dari dalam mobil itu ditemukan barang bukti berupa pil dobel L sebanyak 50.000 butir," katanya.

Barang bukti lainnya yaitu sebuah mobil Honda jazz nopol W 843 BC dan dua ponsel milik kedua tersangka.

Kedua tersangka mengaku mendapatkan ribuan pil koplo itu dari Mat Gundul, warga Krian Sidoarjo.

"Setelah dibawa ke tempat Mat Gundul, ternyata sudah melarikan diri. Kami masih koordinasi dengan jajaran Polda Jatim untuk mencari jaringannya," kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, didampingi Kapolsek Cerme, AKP Tatak Sutrisna dan Kasat Narkoba, Kamis (13/9/2018).

Hasil tes urine terhadap Heri dan Nurani, ternyata keduanya positif mengkonsumsi obat terlarang. "Hasil tes urine, keduanya positif mengkonsumsi obat-obatan terlarang," imbuhnya.

Akibat transaksi penjualan pil dobel L tersebut, keduanya dijerat dengan Pasal 196 atau pasal 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 15 Tahun.

Sementara, Heri Suyono mengaku hanya diperintahkan mengantarkan pesanan ke Gresik dengan upah setiap bungkus plastik berisi 1.000 butir mendapat keuntungan Rp 100.000.

Hari bersedia mengantarkan barang terlarang tersebut karena pekerjaan setiap hari hanya mencari oli bekas dari bengkel-bengkel.

"Setiap hari kerja cari oli bekas untuk dijual kembali. Sementara hasil menjual ini setiap bungkusnya mendapat Rp 100.000," kata Heri.

Dalam menjalankan obat terlarang ini, Heri mengaku baru dua bulan menjalani bisnis pil koplo dan baru kedua kali mengirim ke Gresik. Yang pertama mengirim 10.000 butir. "Kedua, sekarang ini tertangkap," imbuhnya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help