Malang Raya

Kemenag Berharap Tak Ada Santri ‘Cabutan’ di Pospeda

Untuk pertama kalinya proses penjaringan atlet dari pondok pesantren dilakukan lewat Pospeda Kota Malang.

Kemenag Berharap Tak Ada Santri ‘Cabutan’ di Pospeda
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kasi Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Untuk pertama kalinya proses penjaringan atlet dari pondok pesantren dilakukan lewat Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) Kota Malang.

Pembukaan dilakukan di aula rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim, Minggu (16/9/2018).

Lomba baru dilaksanakan pada Selasa (18/9/2018).

( Baca juga : Eko Patrio Unggah Foto Ayu Ting-Ting dan Raffi Ahmad, Perhatikan Posisi Duduknya )

“Dari 70 pondok pesantren (ponpes) di Kota Malang, hanya 15 ponpes yang ikut lomba,” jelas Ahmad Shampton, Kasi Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM.

Ponpes yang ikut memiliki siswa setingkat SMP dan SMA.

Diharap tidak ada santri ‘cabutan’ dalam lomba ini.

( Baca juga : Ayu Dewi Romantis Bareng Suami di Thailand, 5 Momen Ini Sweet Banget & Buntutnya Ada Curhatan Galau )

“Syaratnya kan harus santri ponpes. Namanya akan dicek di Education Management Information System (EMIS) atau semacam data pokok pendidikan,” jelas Shampton.

Sistem seleksi ini baru pertama kali diadakan dengan difasilitasi Pemkot Malang.

“Biasanya untuk seleksi Jatim dan nasional ya cabutan,” tambahnya.

( Baca juga : Punya Rumah Besar, Ashanty Malah Ngaku Ingin Pindah ke Tempat yang Lebih Kecil, Begini Penjelasannya )

Saat lolos ke Jatim, santri juga akan dites dengan membaca Al Quran.

Cabor yang dilombakan antara lain futsal, basket, badminton, dan sebagainya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help