Malang Raya

Guru dan Staf SD-SMP di Kota Malang Sambut Baik Simbada Versi 7.0

Para guru dan staf di SD dan SMP se Kota Malang menyambut baik program sosialisasi soal penatausahaan barang milik daerah

Guru dan Staf SD-SMP di Kota Malang Sambut Baik Simbada Versi 7.0
benni indo
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Para guru dan staf di SD dan SMP se Kota Malang menyambut baik program sosialisasi soal penatausahaan barang milik daerah di Hotel Savana, Senin (17/9/2018). Dalam sosialisasi itu, oara peserta diperkenalkan dengan Simbada versi 7.0.

Simbada adalah Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah yang berbentuk aplikasi. Aplikasi itu digunakan petugas sekolah untuk mendata aset-aset sekolah milik Pemkot Malang. Sebelumnya, Simbada yang dipakai adalah versi 5.2. Pembaharuan ini disambut baik karena dinilai menghadirkan fitur-fitur yang mempermudah kinerja di lapangan.

Tjatur Supri Handoko, Kepsek SDN Lowokwaru 2 mengatakan, keberadaan sistem yang terbaru itu akan memudahkan kerja. Selain itu, ia juga menjelaskan kalau aset-aset di sekolah yang milik Pemkot harus diinventarisir dengan baik.

Ia menjelaskan, perlu ada teknisi tersendiri yang mengisi aplikasi itu. Bukan dibebankan pada seorang guru.

Di sekolah yang ia pimpin, terdapat teknisi atau staf yang khusus mengisi data-data pada Simbada.

"Harapan, bukan guru. Harapannya petugas khusus yang mengelola barang. Tapi selama ini guru merangkap pengelola barang karena memang tidak ada khusus yang mengelola barang," ujarnya, Senin (17/9/2018).

Sementara itu, Agung Prasetya (29) Pengurus Barang di SD Sumbersari 2 mengatakan Simbada versi 7.0 rencananya akan dirilis Oktober. Beberapa fitur yang memudahkan adalah cara penghapusan dan editing yang lebih sederhana.

"Versi 5.2 ke 7.0 yang membedakan tidak terlalu jauh. Hanya saja cara penghapusan, editing lebih medih kini," paparnya.

Sejauh pengalamannya, kalau dulu ketika mau menghapus satu item maka harus menghapus item yang lainnya. Agung pun harus mengetik ulang item yang seharunya tidak dihapus.

"Hapus satu barang terhapus semuanya. Yang lebih detailnya itu, ada pembeda bosda dan bosnas," terangnya.

Dahulu, barang dari Bosda menjadi satu dengan Bosnas. Kini dibedakan sehingga petugas tidak perlu lagi memilah-milah barang.

"Kalau Bosnas kan laporannya tiga bulan sekali, yang bosda sebulan sekali," ungkapnya.

Agung berharap, keberadaan Simbada versi 7.0 nanti betul-betul bisa membantu kinerjanya di lapangan.

Tags
Malang
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved