Tulungagung
Petenis Nasional Umur 12 Tahun asal Tulungagung Merasa Tak Dihargai Pemerintah Daerah
Adji Faizul Nizam (12) atlet tenis asal Tulungagung merasa terpukul saat tidak menerima penghargaan dari Pemkab Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Adji Faizul Nizam (12) seorang atlet tenis berprestasi asal Tulungagung merasa terpukul saat tidak menerima penghargaan dari Pemkab Tulungagung.
Padahal atlet tenis lain dengan peringkat di bawahnya mendapatkan apresiasi saat Hari Olah Raga Nasional (Haornas).
Saat ini Adji masuk peringkat 10 besar nasional atlet tenis kelompok umurnya. Siswa kelas VII SMPN 1 Tulungagung ini baru saja memenangi turnamen antar master antar Korwil Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) Jawa Timur.
“Juara-juara dari setiap Korwil di Jawa Timur dipertandingkan di Kediri minggu lalu. Dan Adji yang jadi juara,” ungkap ayah Adji, Edi Hartoyo (42) di rumahnya, di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Senin (24/9/2018).
Menurut Edi, seluruh atlet berprestasi didata untuk peringatan Haornas.
Anehnya Adji tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan dan uang pembinaan.
Sementera atlet lain dengan peringkat di bawahnya justru masuk dalam data.
“Sebenarnya bukan masalah penghargaan dan besar uangnya. Tapi adanya perhatian dari pemerintah, itu yang membangkitkan semangat atlet,” tambah Edi.
Akibat pola penghargaan yang tidak jelas dari Pelti dan Koni Tulungagung, Adji sempat tertekan.
Semangatnya hilang karena merasa upayanya membawa nama Tulungagung di kancah nasional sia-sia belaka.
Edi yang berusaha membesarkan hati anak sulungnya, agar kembali bersemangat.
“Saya bilang sama dia, lupakan penghargaan dari Kabupaten. Kita fokus untuk meraih penghargaan nasional dan internasional,” tegas Edi.
Adji awalnya hanya menemani pamannya bermain tenis, dan diminta jadi ball boy.
Adji yang masih kelas 3 SD kemudian dipinjami raket dan mencoba bermain tenis.
Sejak saat itu Adji menyukai tenis dan terus bersemangat menjadi atlet berprestasi.